Sekolah Rakyat Sampang Sambut 333 Siswa Perdana dari 4 Kabupaten di Madura.

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasarunews.id — Sebanyak 333 peserta didik baru Sekolah Rakyat Terintegrasi Sampang resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (31/7/2026). Bertempat di kompleks sekolah, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memfasilitasi adaptasi siswa terhadap sistem pendidikan berasrama (boarding school).

MPLS tidak hanya dirancang sebagai agenda orientasi fisik, tetapi juga sebagai fondasi awal pembentukan kemandirian. Para siswa akan dibekali keterampilan dasar hidup (life skills), mulai dari pengondisian rutinitas harian, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga kebiasaan mandiri seperti mengurus kebutuhan pribadi.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Sampang, Denok Setyowati, menegaskan pentingnya transisi budaya belajar ini bagi para siswa baru.
“Karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school, anak-anak dibekali materi kehidupan berasrama agar siap secara mental dan fisik. Pembiasaan hidup mandiri dan pengembangan life skill menjadi perhatian utama kami sejak hari pertama,” ujar Denok, Kamis (30/7/2026).

Pemetaan Potensi Berbasis Akademik hingga DNA Talent :
Guna memastikan proses pembelajaran yang personal dan efektif, rangkaian MPLS juga dilengkapi dengan program matrikulasi komprehensif. Tahapan ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, tes kebugaran, psikotes, hingga pemetaan potensi berbasis DNA talent.
Denok menjelaskan, hasil dari serangkaian asesmen ini akan menjadi dasar utama bagi tenaga pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan minat serta bakat unik setiap peserta didik.

Selain penguatan akademik dan karakter berbasis nilai keagamaan, Sekolah Rakyat menetapkan standar nasional dalam penguasaan tiga bahasa asing serta pembinaan kompetensi khusus di bidang seni, olahraga, maupun keterampilan teknis lainnya.
“Untuk di Sampang, kami menyoroti pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai salah satu program unggulan. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif, siap kerja, dan mampu berdaya di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sinergi Orang Tua dan Komitmen Pengentasan Kemiskinan :
Menariknya, agenda MPLS turut melibatkan peran aktif para wali murid melalui kegiatan Open House. Dalam sesi tersebut, pihak sekolah memaparkan sistem pembelajaran, memamerkan fasilitas asrama, serta membangun kesepahaman terkait pola pengasuhan bersama selama siswa menempuh pendidikan.

Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi Sampang ini diharapkan menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas SDM di Madura.

Pada tahun ajaran perdana ini, sekolah menerima 333 siswa yang tersebar dari empat kabupaten:
– Kabupaten Sampang: 211 siswa
– Kabupaten Sumenep: 47 siswa
– Kabupaten Bangkalan: 45 siswa
– Kabupaten Pamekasan: 30 siswa

Denok berharap penuh adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar institusi ini dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai jembatan mobilitas sosial.
“Pendidikan yang dibekali karakter, karakter keagamaan, dan keterampilan praktis merupakan kunci utama dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan berkelanjutan,” tutup Denok.(Adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.