Sekolah Rakyat Blitar Jadi Akses Pendidikan Keluarga Miskin

oleh -54 Dilihat
oleh
Sekolah Rakyat Blitar Jadi Akses Pendidikan Keluarga Miskin
Sekolah Rakyat Blitar Jadi Akses Pendidikan Keluarga Miskin
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Blitar menyiapkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu intervensi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program pendidikan berbasis asrama tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah Rakyat di Kota Blitar berlokasi di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul. Pemerintah daerah menyediakan lahan untuk pembangunan, sedangkan pembangunan dan operasional program menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sekolah tersebut dirancang melayani jenjang SD, SMP hingga SMA.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan masing-masing jenjang pendidikan menampung sekitar 90 peserta didik, sehingga jumlah awal mencapai 270 siswa. Proses penerimaan dilakukan melalui verifikasi lapangan untuk memastikan calon peserta memenuhi kriteria penerima manfaat, terutama anak dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok desil 1.

Konsep pendidikan yang diterapkan tidak sekadar menyediakan ruang belajar. Peserta didik akan tinggal di lingkungan asrama dengan fasilitas pendidikan dan pendukung yang disiapkan secara terpadu. Model tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Pemkot Blitar sebelumnya melakukan pendataan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sekitar 1.400 keluarga telah didatangi secara door to door untuk sosialisasi sekaligus mengidentifikasi calon peserta didik yang sesuai dengan kriteria program.

Persoalan yang kemudian menjadi perhatian bukan hanya akses masuk sekolah, tetapi juga kesiapan keluarga menerima pola pendidikan berasrama. Pemerintah menyebut setiap 10 siswa nantinya akan mendapatkan pendampingan wali asuh. Orang tua juga diberikan kesempatan menjenguk anak secara berkala.

Di sisi lain, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah anak yang masuk sekolah. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta keberlanjutan pendidikan setelah mereka lulus. Pemerintah juga menyiapkan pendekatan pemberdayaan sosial ekonomi bagi keluarga penerima manfaat agar intervensi tidak berhenti pada pendidikan anak.

Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan nasional pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah pusat menempatkan pendidikan gratis dan berbasis asrama sebagai salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut juga dikaitkan dengan upaya memutus kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan akses pendidikan.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat di Blitar bukan hanya menyangkut pembangunan gedung dan penerimaan siswa. Pengawasan terhadap ketepatan sasaran, kualitas layanan pendidikan, perlindungan anak, serta keberlanjutan program menjadi bagian penting agar tujuan memberikan akses pendidikan kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat diwujudkan secara optimal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.