PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Probolinggo resmi mengakhiri kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang berlangsung selama enam bulan dengan melantik Budiono Wirawan sebagai Sekda definitif, Jumat (29/5/2026) malam. Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum dimulainya penerapan Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) sebagai instrumen baru dalam penentuan jabatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Probolinggo.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Puri Manggala Bakti itu dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Budiono Wirawan yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Probolinggo terpilih sebagai Sekda definitif setelah melalui proses seleksi dan bersaing dengan dua kandidat lainnya, yakni Kepala DPUPR/KP Setyorini Sayekti dan Asisten Administrasi Umum Agus Efendi.
Dengan pelantikan tersebut, masa tugas Tiok Suwigyo sebagai Penjabat (Pj) Sekda resmi berakhir. Tiok selanjutnya kembali menempati jabatan sebelumnya sebagai Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperinda) Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa proses seleksi Sekda kali ini menggunakan SIMATA, sistem manajemen talenta yang mulai diterapkan secara nasional oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang ditunjuk untuk menerapkan mekanisme tersebut dalam pengisian jabatan strategis pemerintahan.
Menurut Aminuddin, melalui SIMATA seluruh ASN akan dipetakan berdasarkan kompetensi, potensi, serta rekam jejak kinerja. Data tersebut akan menjadi dasar utama dalam menentukan pejabat yang dinilai layak menduduki jabatan tertentu saat terjadi kekosongan.
Penerapan sistem tersebut juga menjadi sinyal dimulainya proses pengisian sejumlah kursi strategis yang hingga kini masih kosong di lingkungan Pemkot Probolinggo. Sedikitnya enam jabatan kepala OPD disebut belum terisi dan akan segera melalui mekanisme assessment berbasis manajemen talenta.
“Setidaknya ada enam jabatan kepala OPD yang kosong tahun ini. Ke depan proses assessment juga akan mengikuti manajemen talenta,” ujar Aminuddin.
Di hadapan jajaran birokrasi, Aminuddin meminta Budiono segera membangun koordinasi dan komunikasi lintas perangkat daerah. Posisi Sekda, menurutnya, memiliki peran sentral sebagai penggerak dan pengendali jalannya roda pemerintahan daerah.
Sementara itu, Budiono Wirawan menegaskan akan langsung fokus pada sejumlah agenda prioritas, mulai dari penguatan tata kelola APBD, restrukturisasi belanja pegawai, optimalisasi pendapatan daerah, hingga peningkatan kinerja OPD.
Selain pembenahan birokrasi, Budiono juga menyoroti sejumlah indikator makro yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Probolinggo, seperti angka kemiskinan, stunting, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo saat ini berada di angka sekitar 5,68 persen dan ditargetkan terus meningkat mendekati enam persen. Di sisi lain, pengendalian angka pengangguran juga menjadi fokus utama yang akan mendapat perhatian serius dalam agenda kerja pemerintah daerah ke depan.
(Red-Garudasatunews)















