Sekar Jagad Panca Warna Perkuat Identitas Batik Malang

oleh -60 Dilihat
oleh
Sekar Jagad Panca Warna Perkuat Identitas Batik Malang
Festival Batik 2026 di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) resmi meluncurkan motif batik Sekar Jagad Panca Warna dalam Festival Batik Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka, Minggu (4/10/2026). Motif tersebut dirancang untuk merepresentasikan keberagaman lima kecamatan sekaligus memperkuat identitas batik khas Kota Malang.

Peluncuran motif baru itu menjadi bagian dari upaya menjadikan batik tidak sekadar produk kerajinan, tetapi juga media yang merekam karakter, sejarah, budaya dan potensi wilayah Kota Malang. Gagasan tersebut sebelumnya dibahas melalui kajian akademik yang melibatkan perajin, akademisi, budayawan serta peneliti batik.

Ketua APBKM Isa Wahyudi atau Ki Demang menjelaskan, konsep Sekar Jagad Panca Warna menyatukan berbagai identitas wilayah dalam satu motif. Unsur yang digunakan antara lain toponimi dan flora yang berkaitan dengan sejumlah kawasan di Kota Malang, termasuk Genitri dan Klampok.

Nama Sekar Jagad menggambarkan keberagaman unsur yang berpadu menjadi satu kesatuan. Sementara Panca Warna merepresentasikan lima kecamatan, yakni Blimbing, Kedungkandang, Sukun, Lowokwaru dan Klojen.

Lima warna utama juga disusun dengan mempertimbangkan posisi wilayah dalam peta Kota Malang. Biru merepresentasikan Klojen, hitam Sukun, merah Kedungkandang, hijau Blimbing dan kuning Lowokwaru. Konsep tersebut terinspirasi dari tradisi bubur panca warna yang dikenal dalam berbagai kegiatan tradisi masyarakat.

APBKM menyebut proses pengembangan motif dilakukan melalui kajian dan kolaborasi dengan sejumlah akademisi. Pengembangan tersebut melibatkan para ahli sejarah, fesyen dan peneliti batik dari Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi peluncuran motif tersebut. Menurutnya, Sekar Jagad Panca Warna mampu menggambarkan cerita, potensi dan karakteristik lima kecamatan di Kota Malang.

Bagi pemerintah daerah, penguatan motif khas tersebut juga dinilai penting untuk mempertegas posisi batik Malangan di tengah persaingan produk batik dari berbagai daerah. Karakter batik Malangan yang memadukan beragam unsur dinilai memiliki peluang diterima kalangan muda serta digunakan dalam kegiatan formal maupun nonformal.

Dari sisi pengembangan ekonomi kreatif, peluncuran motif baru tersebut membuka ruang bagi perluasan produksi dan pemasaran batik Kota Malang. APBKM menyatakan Sekar Jagad Panca Warna ke depan akan dikembangkan lebih luas, termasuk menggunakan teknik cap.

Aspek perlindungan kekayaan intelektual juga menjadi perhatian. APBKM berharap pemerintah daerah dapat membantu proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga motif yang lahir dari kolaborasi perajin dan akademisi tersebut memiliki perlindungan hukum sekaligus dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Festival Batik Kota Malang 2026 sekaligus menjadi ruang edukasi dan promosi bagi perajin lokal. Kegiatan tersebut diisi antara lain dengan pameran batik, fashion show, kegiatan membatik dan berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan masyarakat serta generasi muda dalam pelestarian batik.

Peluncuran Sekar Jagad Panca Warna pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai motif dan warna. Di balik karya tersebut terdapat upaya merangkum keberagaman lima wilayah menjadi satu identitas budaya Kota Malang, sekaligus membuka peluang agar batik lokal berkembang dari produk kerajinan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.