SDN Pandankrajan 1 Tanpa Siswa Baru, Ini Penyebabnya

oleh -64 Dilihat
oleh
SDN-Pandankrajan-1-Tanpa-Siswa-Baru-Ini-Penyebabnyaa
SDN-Pandankrajan-1-Tanpa-Siswa-Baru-Ini-Penyebabnyaa
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, memasuki tahun ajaran 2026/2027 tanpa menerima satu pun peserta didik baru. Kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi faktor demografi, persaingan lembaga pendidikan dalam satu desa, penerapan aturan domisili pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hingga persoalan sarana dan prasarana sekolah yang belum sepenuhnya memadai.

Kepala SDN Pandankrajan 1, Juwono, menjelaskan di Desa Pandankrajan terdapat tiga lembaga pendidikan dasar yang berada di lokasi berbeda dalam satu wilayah desa. Sebaran sekolah tersebut menyebabkan jumlah lulusan taman kanak-kanak terbagi ke masing-masing lembaga.

“Jumlah lulusan TK tahun ini hanya 13 anak. Yang berdomisili dekat dengan sekolah kami hanya satu anak, sehingga kelas I tahun ini kosong,” ujar Juwono, Kamis (16/7/2026).

Ia mengungkapkan, faktor demografi menjadi penyebab dominan. Menurutnya, jumlah anak usia sekolah di lingkungan sekitar SDN Pandankrajan 1 terus menurun sehingga berdampak langsung terhadap penerimaan peserta didik baru.

Meski demikian, Juwono menyebut hasil koordinasi dengan pihak taman kanak-kanak menunjukkan potensi peningkatan jumlah calon siswa pada tahun ajaran berikutnya.

Data sekolah menunjukkan jumlah peserta didik di SDN Pandankrajan 1 saat ini hanya 22 siswa. Rinciannya, empat siswa kelas II, enam siswa kelas III, tujuh siswa kelas IV, dan lima siswa kelas V. Sementara kelas I dan kelas VI tidak memiliki peserta didik.

Selain keterbatasan jumlah calon siswa, penerapan ketentuan domisili dalam SPMB juga dinilai berpengaruh. Pihak sekolah memilih mematuhi petunjuk teknis penerimaan siswa dengan tidak merekrut calon peserta didik yang berdomisili lebih dekat ke sekolah lain guna menghindari potensi persaingan antarlembaga pendidikan.

“Kami mengikuti aturan domisili agar tidak menimbulkan persoalan di masyarakat maupun dengan sekolah lain,” kata Juwono.

Di sisi lain, kondisi infrastruktur sekolah turut menjadi perhatian. Sejumlah ruang belajar dilaporkan mengalami kerusakan, meski sebagian telah direhabilitasi pada tahun sebelumnya. Kerusakan berat juga terjadi pada fasilitas toilet siswa sehingga tidak dapat digunakan.

Untuk menjaga layanan pendidikan tetap berjalan, guru-guru di SDN Pandankrajan 1 secara swadaya membangun toilet sederhana yang kini digunakan bersama oleh siswa dan tenaga pendidik.

Juwono menegaskan keterbatasan fasilitas tidak mengurangi komitmen para guru dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada seluruh siswa yang masih belajar di sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menyatakan fenomena minimnya penerimaan peserta didik baru tidak hanya terjadi di SDN Pandankrajan 1. Menurutnya, kondisi serupa juga dirasakan sekolah lain di Desa Pandankrajan karena terbatasnya jumlah lulusan taman kanak-kanak.

Ia menyebut SDN Pandankrajan 2 menerima 22 siswa baru, sedangkan madrasah ibtidaiyah di desa tersebut memperoleh 13 siswa, sementara SDN Pandankrajan 1 tidak mendapatkan peserta didik baru sama sekali.

Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, lanjut Amsar, akan melakukan pendampingan terhadap SDN Pandankrajan 1 dengan mengkaji berbagai faktor penyebab, mulai dari pola penerimaan peserta didik, kondisi sarana prasarana, hingga proyeksi jumlah lulusan TK pada tahun mendatang.

Menurutnya, koordinasi dengan lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Pandankrajan telah dilakukan sebagai langkah awal menyiapkan strategi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi pada penerimaan peserta didik tahun berikutnya.

Fenomena kosongnya penerimaan siswa baru di SDN Pandankrajan 1 menjadi gambaran tantangan yang dihadapi sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan, terutama akibat perubahan demografi, persebaran lembaga pendidikan, serta pelaksanaan kebijakan penerimaan peserta didik yang berbasis domisili.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.