SDM Unggul Digelorakan, Kinerja Daerah Disorot

oleh -21 Dilihat
oleh
SDM Unggul Digelorakan, Kinerja Daerah Disorot
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 sekaligus Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Kamis (7/5/2026).
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kamis (7/5/2026). Di balik seremoni tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul dan tata kelola pemerintahan berkualitas, di tengah sorotan terhadap efektivitas implementasi kebijakan daerah.

Upacara yang berlangsung di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro itu dipimpin langsung oleh Bupati Setyo Wahono, dihadiri jajaran pejabat daerah mulai dari wakil bupati, sekretaris daerah, kepala OPD, camat hingga aparatur sipil negara.

Dalam sambutannya, Wahono mengaitkan tema Otoda “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” sebagai pijakan strategis dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan agenda nasional. Ia menegaskan bahwa optimalisasi kewenangan daerah harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan adaptif.

Namun demikian, dorongan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel benar-benar terwujud di tingkat implementasi, terutama dalam pengawasan program dan distribusi pembangunan yang merata.

Pada momentum Hardiknas 2026, Wahono juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Ia menyebut bahwa tanggung jawab peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga melibatkan tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi tantangan klasik sektor pendidikan di daerah, mulai dari kesenjangan kualitas guru, keterbatasan sarana prasarana, hingga belum meratanya akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Bojonegoro.

Pemkab Bojonegoro, lanjut Wahono, telah melakukan berbagai langkah seperti peningkatan fasilitas pendidikan, pengembangan kompetensi guru, serta penguatan literasi dan numerasi siswa. Meski demikian, efektivitas program tersebut masih membutuhkan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan dampak nyata terhadap kualitas lulusan.

“Pembangunan daerah yang maju harus ditopang sumber daya manusia yang unggul,” tegas Wahono, seraya menekankan bahwa otonomi daerah dan pendidikan harus berjalan beriringan.

Usai upacara, Pemkab Bojonegoro menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Daerah atas capaian kinerja pemerintahan. Berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, Bojonegoro meraih skor 3,5533 dengan status Kinerja Tinggi.

Meski capaian tersebut menunjukkan tren positif, sejumlah kalangan menilai indikator penilaian kinerja daerah perlu ditelaah lebih dalam, terutama terkait dampaknya terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa berprestasi yang membawa nama daerah di tingkat akademik dan non-akademik. Langkah ini dinilai sebagai bentuk apresiasi, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan talenta muda membutuhkan sistem yang berkelanjutan, bukan sekadar simbolis.

Peringatan Otoda dan Hardiknas 2026 ini diharapkan memperkuat komitmen lintas sektor. Namun, tantangan utama tetap terletak pada konsistensi pelaksanaan kebijakan, transparansi anggaran, serta keberhasilan mencetak SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah ke depan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.