Sarasehan PGRI Jatim Bahas Tantangan Pendidikan Tinggi

oleh -59 Dilihat
oleh
Sarasehan PGRI Jatim Bahas Tantangan Pendidikan Tinggi
Sarasehan yang digelar PPLP PT/YPLP PT dan Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI se-Jawa Timur.
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Tuban menggelar Sarasehan PPLP PT/YPLP PT dan Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI se-Jawa Timur untuk membahas strategi menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi.

Sarasehan yang diikuti 113 peserta tersebut berlangsung di Hotel Lynn Tuban, 8-9 Agustus 2026. Forum ini menjadi ruang bagi pimpinan perguruan tinggi PGRI se-Jawa Timur untuk bertukar pengalaman sekaligus membagikan praktik terbaik atau Best Practice dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PPLP PT PGRI Tuban Sudjarwoto, Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI Prof. Dr. Supardi US, M.M., M.Pd., Ketua PGRI Tuban Witono, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA., serta Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Unifah.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Unifah menilai dinamika dan berbagai kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini membutuhkan ruang diskusi secara rutin, khususnya bagi pimpinan perguruan tinggi PGRI di Jawa Timur.

Menurutnya, forum Best Practice dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pengalaman antarpimpinan perguruan tinggi. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan melahirkan pendekatan baru dalam menghadapi persoalan pendidikan tinggi.

“Best Practice mendiskusikan banyak hal, di sini kita bisa lahirkan pemikiran positif dan lahirnya gagasan-gagasan segar dan solutif,” ujar Prof. Unifah, Minggu (9/8/2026).

Forum tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam merespons perubahan dan tantangan sektor pendidikan. Berbagi praktik pengelolaan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kapasitas lembaga pendidikan tinggi PGRI di Jawa Timur.

Dengan melibatkan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah, sarasehan di Tuban diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi dapat mendorong lahirnya praktik pengelolaan pendidikan yang lebih adaptif dan solutif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.