Santri Tebuireng Luncurkan Buku, Literasi Pesantren Diperkuat

oleh -22 Dilihat
oleh
Santri Tebuireng Luncurkan Buku, Literasi Pesantren Diperkuat
Launching buku dan workshop santri penulis dengan tajuk Menjaring Masa Depan di SMP Al Furqan MQ
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – SMP Al Furqan MQ Tebuireng Jombang memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren melalui launching buku dan workshop santri penulis bertajuk Menjaring Masa Depan. Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 2 Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng pada 19 Mei 2026 itu menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi santri kritis, progresif, dan produktif dalam dunia kepenulisan.

Acara tersebut dihadiri Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran KH Abdul Hadi Yusuf, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, pihak Penerbit Boenga Ketjil Andhi Setyo Wibowo, serta aktivis pendidikan sekaligus penulis Alfian Bahri sebagai narasumber workshop.

Kegiatan dibuka dengan penandatanganan buku Menjaring Masa Depan karya santri kelas VIII Salaf 1, Abdan Eiza Karim, oleh para tamu undangan dan narasumber. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada lima santri aktif di bidang kepenulisan, terdiri dari dua santri penulis terbaik dan tiga santri paling disiplin dalam aktivitas jurnalistik.

Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Al Furqan MQ, Donny Darmawan, menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dorongan agar budaya menulis terus tumbuh di lingkungan sekolah dan pesantren.

Dalam sesi bedah buku, Abdan Eiza Karim memaparkan proses panjang yang dijalaninya hingga berhasil menerbitkan karya. Ia mengaku minat membaca dan menulis mulai tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar, diperkuat dukungan keluarga serta aktivitas jurnalistik di sekolah.

“Sejak SD saya suka membaca dan menulis. Orangtua mendukung dengan membelikan buku, lalu di SMP saya aktif di Ekskul Jurnalistik hingga akhirnya tulisan-tulisan saya bisa dibukukan,” ujar Abdan di hadapan peserta.

Menurut Donny Darmawan, judul Menjaring Masa Depan dipilih karena dinilai relevan dengan semangat generasi muda pesantren dalam membangun masa depan melalui literasi dan pemikiran kritis.

Workshop kepenulisan yang dipandu Alfian Bahri diikuti sekitar 150 santri. Dalam sesi tersebut, para peserta diminta menggali ide, menulis, hingga mempresentasikan karya mereka secara langsung di depan forum.

“Praktik menulis ini menjadi pemantik agar kreativitas, imajinasi, dan daya kritis santri terus berkembang. Budaya literasi di sekolah dan pesantren wajib dijaga dan dikembangkan,” tegas Alfian Bahri.

Di akhir kegiatan, Andhi Setyo Wibowo memberikan motivasi kepada para santri agar berani menulis dari pengalaman sehari-hari tanpa takut memulai. Sementara itu, KH Abdul Hadi Yusuf menilai gerakan literasi di lingkungan pesantren harus terus diperluas karena memiliki nilai strategis dalam membangun dakwah intelektual santri.

“Dengan terus menulis, santri akan memiliki tanggung jawab dakwah intelektual. Saya bangga karena karya Abdan Eiza Karim menunjukkan dakwah santri yang progresif,” ungkapnya.

Kepala SMP Al Furqan MQ, Abdul Ghofur, menekankan bahwa penguatan mutu pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada pendidikan Alquran dan STEM, tetapi juga harus dibarengi pengembangan literasi sebagai ruang pembentukan karakter dan daya saing santri.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung budaya literasi menjadi modal penting untuk mencetak generasi santri yang tangguh, kompetitif, dan memiliki pemikiran kritis di tengah perkembangan zaman.

(Red−Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.