Rupiah Melemah, Harga Cabai Lumajang Melonjak

oleh -42 Dilihat
oleh
Rupiah Melemah, Harga Cabai Lumajang Melonjak
Kebutuhan pokok jenis cabai di Pasar Baru Lumajang yang mengalami kenaikan.
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus kisaran Rp18.000 mulai berdampak pada dinamika harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sejumlah komoditas pangan mengalami perubahan harga, dengan kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.

Hasil pemantauan di Pasar Baru Lumajang menunjukkan harga beras relatif stabil bahkan cenderung mengalami penurunan tipis. Beras medium masih diperdagangkan pada kisaran Rp11.700 per kilogram, sementara beras premium turun dari Rp14.500 menjadi Rp14.300 per kilogram.

Sebaliknya, lonjakan harga terjadi pada sejumlah jenis cabai. Harga cabai rawit merah naik dari Rp73.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Cabai merah besar meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.

Fitri, salah seorang pedagang di Pasar Baru Lumajang, menyebut sebagian besar kebutuhan pokok masih berada dalam kategori harga normal meskipun terjadi gejolak nilai tukar rupiah.

Selain beras, harga minyak goreng juga terpantau stabil. Minyakita masih dijual Rp16.800 per liter, minyak goreng curah Rp18.700 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium bertahan di kisaran Rp18.000 per liter.

“Jadi, kalau sembako seperti beras, gula, dan minyak harganya masih normal. Yang naik itu sayur cabai sama daging ayam,” ujar Fitri, Kamis (4/6/2026).

Kenaikan harga cabai mulai dirasakan langsung oleh konsumen. Sejumlah warga mengaku harus mengurangi jumlah pembelian karena daya beli tidak sebanding dengan kenaikan harga komoditas tersebut.

“Ini sekarang semua serba mahal. Cabai mahal, biasanya beli Rp10.000 sudah cukup, sekarang dapatnya lebih sedikit,” kata Nawawi, salah seorang pembeli di Pasar Baru Lumajang.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, menjelaskan bahwa ketersediaan bahan pokok strategis lainnya masih dalam kondisi aman, termasuk pasokan elpiji subsidi 3 kilogram yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga telah menambah alokasi elpiji 3 kilogram untuk wilayah Lumajang sebanyak 60.480 tabung atau setara 181 metrik ton guna menjaga stabilitas pasokan di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat.

“Ini penambahan pasokan sengaja disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan di masyarakat,” ungkap Aksanul Inam.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga sejumlah komoditas pangan guna mengantisipasi potensi tekanan inflasi daerah yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat apabila tren kenaikan harga berlanjut dalam waktu yang lebih panjang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.