Ratusan Meter Tanah Amblas, Warga Terancam Longsor

oleh -42 Dilihat
oleh
Ratusan Meter Tanah Amblas, Warga Terancam Longsor
Petugas BPBD melaksanakan asesmen dilokasi. [Foto : dok BPBD Bojonegoro]
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Gerusan aliran Kali Kening memicu amblesnya ratusan meter tanah di bantaran Desa Seranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Fenomena yang berlangsung sejak awal Maret 2026 itu terus meluas hingga Selasa (21/4/2026), dipicu fluktuasi debit air saat hujan yang tak kunjung stabil.

Data lapangan menunjukkan sedikitnya 380 meter lahan warga terdampak dengan kedalaman ambles rata-rata mencapai satu meter. Kondisi ini tidak hanya merusak struktur tanah, tetapi juga meningkatkan risiko longsor susulan yang mengancam permukiman di sekitar bantaran sungai.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah terjadi secara bertahap akibat pengikisan bagian bawah oleh arus sungai. Proses ini menyebabkan tanah kehilangan daya dukung hingga akhirnya ambles.

“Arus air mengikis bagian bawah tanah secara terus-menerus, sehingga struktur di atasnya melemah dan ambles,” ujar Heru dalam keterangannya.

Sejumlah warga mulai merasakan dampak langsung. Warsito (66) kehilangan lahan sepanjang 17 meter dengan lebar 12 meter, sementara Mujiono (51) mengalami kerusakan sepanjang 8,5 meter dengan lebar 5 meter. Kerusakan tersebut terjadi di area yang sebelumnya digunakan sebagai lahan produktif.

Meski berada dalam kondisi rawan, sebagian warga memilih tetap bertahan. Upaya perbaikan dilakukan secara mandiri dengan alat seadanya, meski dinilai belum mampu menghentikan laju kerusakan yang terus berkembang.

BPBD Bojonegoro telah melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan darurat berupa sembako dan terpal. Namun, langkah tersebut dinilai masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan utama, yakni penguatan struktur bantaran sungai.

Heru menegaskan perlunya penanganan permanen melalui pemasangan bronjong untuk menahan gerusan arus. Pihaknya telah mengusulkan kebutuhan sekitar 25 lembar bronjong sebagai langkah darurat untuk menstabilkan tebing sungai.

“Jika tidak segera ditangani secara permanen, potensi longsor akan semakin besar, terutama saat intensitas hujan meningkat,” katanya.

BPBD juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras yang berpotensi mempercepat proses erosi. Situasi ini menuntut respons cepat dari pemerintah daerah guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap keselamatan warga dan keberlangsungan lingkungan sekitar. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.