Rapid Recovery Lutut Dipacu National Hospital

oleh -24 Dilihat
oleh
Rapid Recovery Lutut Dipacu National Hospital
Dokter spesialis ortopedi National Hospital, Glen Purnomo.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – National Hospital Surabaya meresmikan layanan Hip and Knee Center sekaligus meluncurkan program Rapid Recovery Knee Surgery yang diklaim mampu mempercepat pemulihan pasien operasi penggantian sendi lutut. Program ini disebut memangkas masa rawat inap pasien yang selama ini membutuhkan beberapa hari menjadi hanya semalam, bahkan dalam kondisi tertentu pasien diperbolehkan pulang di hari yang sama.

CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, mengatakan program tersebut memadukan teknik bedah ortopedi modern, metode minimal invasive, serta protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) guna menekan risiko komplikasi dan mempercepat mobilitas pasien pascaoperasi.

“Kami menggabungkan teknik bedah ortopedi terkini, teknik minimal invasive, protokol ERAS, serta teknologi medis modern,” ujar Ang Hoey Tiong, Senin (25/5/2026).

Dokter spesialis ortopedi National Hospital, Glen Purnomo, mengungkapkan pasien operasi penggantian sendi lutut kini tidak lagi diwajibkan menjalani rawat inap berkepanjangan seperti prosedur konvensional. Menurutnya, pasien bahkan dapat mulai berjalan hanya dalam hitungan jam setelah tindakan operasi dilakukan.

“Sekarang pasien hanya perlu rawat inap semalam setelah operasi. Bahkan dalam beberapa kasus, pasien bisa langsung pulang di hari yang sama,” kata Glen.

Ia menjelaskan percepatan pemulihan dilakukan melalui pengawasan ketat tim multidisiplin yang melibatkan dokter bedah ortopedi, dokter anestesi, fisioterapis, hingga perawat khusus. Selain itu, kondisi pasien disebut dioptimalisasi sebelum operasi untuk menekan risiko nyeri dan mempercepat pemulihan fungsi gerak.

“Karena nyerinya bisa ditekan, pasien tidak perlu terpasang kateter dan bisa langsung berdiri serta berjalan dalam hitungan jam setelah operasi,” ujarnya.

Di sisi lain, National Hospital menyoroti meningkatnya kasus osteoarthritis atau pengapuran sendi yang dipicu pola hidup minim aktivitas fisik dan meningkatnya angka obesitas. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan otot penyangga tubuh melemah sehingga tekanan terbesar bertumpu pada sendi lutut.

“Banyak yang berat badannya berlebih dan kurang aktif bergerak. Ini menyebabkan otot melemah sehingga beban bertumpu berat pada sendi lutut,” tutur dr Glen.

Meski menawarkan teknologi pemulihan cepat, pihak rumah sakit menegaskan operasi penggantian sendi tetap menjadi langkah terakhir apabila terapi nonoperatif tidak lagi efektif. Penanganan awal, menurut Glen, tetap difokuskan pada penurunan berat badan, latihan fisik, fisioterapi, hingga terapi injeksi untuk menghambat kerusakan sendi.

“Kalau kualitas hidup pasien sudah sangat menurun, opsi terbaiknya adalah knee replacement,” pungkasnya.

 (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.