PWI Bojonegoro Bekali Ratusan Siswa MAN 2 Jurnalistik

oleh -53 Dilihat
oleh
PWI Bojonegoro Bekali Ratusan Siswa MAN 2 Jurnalistik
Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro mendapat pembekalan jurnalistik dasar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro.
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro mendapat pembekalan jurnalistik dasar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (28-29/8/2026), itu menekankan kemampuan menulis berita, menggali informasi, memverifikasi fakta, memahami kode etik jurnalistik, serta teknik pengambilan foto dan video.

Kegiatan yang digelar di ruang pelatihan MAN 2 Bojonegoro tersebut menghadirkan dua wartawan yang tergabung dalam PWI Bojonegoro, M Nur Afifullah dan Parto Sasmito, sebagai pemateri.

Pelatihan jurnalistik bagi pelajar dinilai semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Siswa tidak hanya dituntut mampu membuat tulisan, tetapi juga perlu memahami bagaimana informasi diperoleh, diperiksa kebenarannya, kemudian disajikan secara bertanggung jawab.

Kepala MAN 2 Bojonegoro, Abdur Rozak, mengatakan jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kemampuan jurnalistik dapat menjadi bekal bagi siswa, baik dalam pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja dan berbagai bidang profesi.

“Seiring perkembangan era digital modern, jurnalistik tetap dituntut mengikuti alur dalam penulisan berita agar berimbang dan memberikan wawasan luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro, Sasmito, menilai pengenalan jurnalistik sejak bangku sekolah penting untuk membangun kemampuan siswa dalam memilah informasi.

Persoalannya, banjir informasi di berbagai platform digital membuat batas antara fakta, opini, dan konten pribadi semakin mudah kabur. Karena itu, siswa diperkenalkan pada kaidah penulisan berita serta pentingnya data yang lengkap dan berimbang sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik.

Sasmito juga menjelaskan perbedaan antara konten media sosial dengan produk jurnalistik. Tidak setiap tulisan atau unggahan di media sosial dapat disebut sebagai karya jurnalistik karena produk jurnalistik memiliki proses, standar, serta kode etik yang harus dipenuhi.

Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan agar siswa tidak sekadar mengikuti arus informasi, tetapi mampu mengenali informasi yang membutuhkan verifikasi dan memahami risiko menyebarkan informasi yang belum teruji.

Dalam materi yang disampaikan M Nur Afifullah, peserta diperkenalkan bahwa kerja jurnalistik tidak berhenti pada aktivitas menulis. Prosesnya mencakup pencarian informasi, penggalian data, wawancara, verifikasi fakta, pengolahan informasi hingga penyajian berita kepada masyarakat.

Prinsip akurasi, keberimbangan, independensi dan kehati-hatian juga menjadi bagian yang ditekankan kepada peserta. Dengan demikian, jurnalistik dipahami sebagai proses memperoleh dan menyajikan informasi secara bertanggung jawab, bukan sekadar menghasilkan tulisan.

Selain berita berbentuk teks, perkembangan teknologi juga membuat produk jurnalistik hadir melalui foto, video, audio dan berbagai bentuk multimedia. Karena itu, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian jurnalis dan jurnalistik, kode etik, ruang lingkup jurnalistik, teknik menggali data, penulisan berita serta teknik pengambilan foto dan video.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 2 Bojonegoro, Wakasek Kesiswaan, serta Ketua dan jajaran PWI Kabupaten Bojonegoro.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.