PUI Pasdeg Ubaya Perluas Kolaborasi Riset Internasional

oleh -37 Dilihat
oleh
PUI Pasdeg Ubaya Perluas Kolaborasi Riset Internasionaal
PUI Pasdeg Ubaya Perluas Kolaborasi Riset Internasionaal
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pusat Unggulan Inovasi Perguruan Tinggi (PUI-PT) Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif (Pasdeg) Universitas Surabaya (Ubaya) memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penguatan kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Thailand. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian di bidang pangan fungsional dan suplemen kesehatan.

Penguatan kerja sama itu dilakukan melalui kunjungan Ketua PUI Pasdeg Ubaya, Prof. Tjie Kok, ke Thailand pada 11–15 Juni 2026. Dalam agenda tersebut, PUI Pasdeg Ubaya mengikuti forum ilmiah internasional sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan Mahidol University dan Chiang Mai University yang memiliki reputasi di bidang kesehatan, farmasi, pangan, dan inovasi.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Tjie Kok hadir sebagai pembicara undangan pada Food Innovation Asia Conference (FIAC) 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi PUI Pasdeg Ubaya untuk mempresentasikan hasil riset, program unggulan, serta inovasi produk pangan fungsional dan suplemen kesehatan yang dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menghadapi tantangan penyakit degeneratif.

Menurut Prof. Tjie Kok, forum internasional menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus memperluas peluang kemitraan dengan akademisi, peneliti, industri, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.

“Partisipasi dalam forum internasional seperti FIAC menjadi sarana penting untuk memperluas visibilitas dan pengakuan internasional terhadap inovasi yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia. Selain itu, forum ini membuka peluang kolaborasi lintas negara yang semakin luas,” ujar Prof. Tjie Kok, Selasa (23/6/2026).

Selain menghadiri konferensi, delegasi PUI Pasdeg Ubaya melakukan kunjungan akademik ke Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam riset bersama, pertukaran akademik, pengembangan inovasi, hingga percepatan hilirisasi produk pangan dan suplemen kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Prof. Tjie Kok juga meninjau sejumlah fasilitas penelitian, antara lain Sensory Evaluation Laboratory, Food Innovation and Packaging Center (FIN), serta Black Soldier Fly (BSF) Pilot Rearing Facility.

Ia menilai Thailand berhasil membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah sehingga hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dan dikembangkan menjadi produk komersial.

“Saya menyaksikan integrasi yang sangat baik antara riset, pengembangan produk, dan teknologi pengemasan inovatif. Ekosistem seperti ini membuat industri tertarik mengadopsi dan memproduksi inovasi dalam skala besar. Pengalaman ini menjadi referensi penting bagi penguatan ekosistem inovasi pangan dan suplemen kesehatan di Indonesia,” katanya.

Agenda internasional tersebut juga mencakup kunjungan ke Mahidol University sebagai bagian dari penguatan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Ubaya dan perguruan tinggi tersebut melalui Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknobiologi, serta Fakultas Farmasi.

Melalui pengembangan kemitraan ini, PUI Pasdeg Ubaya membuka peluang kolaborasi yang mencakup riset multidisiplin lintas negara, pertukaran mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi, serta perluasan akses terhadap jejaring riset dan industri internasional.

Langkah tersebut memperkuat upaya PUI Pasdeg Ubaya dalam meningkatkan kualitas penelitian, mempercepat pemanfaatan hasil inovasi, serta memperluas kerja sama internasional guna mendukung pengembangan sektor pangan fungsional dan suplemen kesehatan.

“Melalui kunjungan ke kedua universitas tersebut, terbuka berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat dikembangkan bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring riset global,” pungkas Prof. Tjie Kok.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.