PT SGN Evaluasi SOP dan Pasokan Tebu Kebun Dhoho

oleh -68 Dilihat
oleh
PT SGN Evaluasi SOP dan Pasokan Tebu Kebun Dhoho
PT SGN melakukan monitoring dan evaluasi KSO Tebu di Kebun Dhoho Kediri.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Kerja Sama Operasional (KSO) Tebu di Kebun Dhoho, Kabupaten Kediri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan operasional perkebunan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari budidaya hingga proses panen dan pengiriman bahan baku ke pabrik gula.

Monitoring dilakukan jajaran manajemen PT SGN dengan meninjau langsung kondisi kebun, efektivitas operasional, serta tingkat kepatuhan terhadap standar perusahaan. Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Adri, Regional Head Jatim II Wayan Mei Purwono, Kabag Operasional KSO Tebu, serta jajaran General Manager Pabrik Gula Regional Jatim 1 turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kuntoro mengatakan, peninjauan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan budidaya tebu berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.

“Pada kesempatan ini kami meninjau langsung kondisi lapangan, efektivitas operasional, dan kepatuhan terhadap standar di KSO Tebu PT SGN,” kata Kuntoro.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyasar kondisi tanaman, tetapi juga proses penanaman, pemeliharaan hingga pelaksanaan panen. Pengawasan tersebut menjadi penting karena kualitas dan kesinambungan bahan baku sangat menentukan kelancaran pasokan ke pabrik gula.

Sementara itu, Wayan Mei Purwono menyebut proses tanam dan panen di wilayah KSO Kebun Dhoho secara umum masih berjalan baik. Namun, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.

Sistem pengairan menjadi titik penting dalam pengawasan. Pasalnya, kondisi tanaman tebu berpotensi terganggu apabila ketersediaan air tidak terjaga selama periode cuaca panas.

“Apalagi kondisi cuaca saat ini kemarau, kami juga memastikan sistem pengairan di KSO Kebun Dhoho berjalan normal. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan,” ujar Wayan.

Selain kondisi tanaman dan pengairan, tim monev juga menyoroti proses tebang, pengangkutan, serta suplai tebu menuju pabrik gula. Kelancaran rantai pasok tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan bahan baku selama musim giling.

General Manager MKSO Kebun Dhoho Juni Yanto mengatakan pihaknya menyampaikan perkembangan proses tebang dan suplai bahan baku dalam monitoring tersebut. Kondisi fisik tanaman di lahan juga diperiksa secara langsung.

Juni menjelaskan, tantangan operasional tidak hanya berasal dari cuaca. Serangan hama dan akses logistik menuju kawasan perkebunan juga menjadi aspek yang harus diantisipasi agar kegiatan tebang dan pengiriman tebu tidak mengalami hambatan.

“Apalagi saat ini cuaca sangat panas, kami harus menjaga tanaman jangan sampai kekeringan,” katanya.

Dari sisi kualitas, MKSO Kebun Dhoho berupaya mempertahankan mutu hasil panen dengan menerapkan standar Manis, Bersih, dan Segar (MBS). Standar tersebut diterapkan untuk memastikan bahan baku yang dikirim ke pabrik gula tetap berada dalam kondisi optimal.

Dengan demikian, monitoring PT SGN tidak hanya menjadi pemeriksaan administratif terhadap penerapan SOP, tetapi juga menyentuh persoalan teknis di lapangan, mulai dari ketahanan tanaman menghadapi kemarau, pengendalian hama, kesiapan logistik, hingga kualitas tebu yang masuk ke pabrik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam menjaga produktivitas kebun sekaligus memastikan pasokan bahan baku tetap berjalan selama musim giling.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.