NGAWI, Garudasatunews.id – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan warga Dusun Ngrebeng, Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Menjawab kebutuhan tersebut, Unit Pidsus Satreskrim Polres Ngawi menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih kepada masyarakat setempat.
Bantuan satu tangki air bersih itu didistribusikan di dua titik, yakni Masjid Baitul Rohman dan Mushola Al Hidayah. Penyaluran mendapat pendampingan personel Polsek Karanganyar untuk memastikan proses berlangsung tertib, aman, dan tepat sasaran.
Tiga personel Polsek Karanganyar yang terlibat dalam kegiatan tersebut masing-masing Aiptu Teguh Wido Pramono selaku KSPKT, Bripka Abi Aryanto selaku Bhabinkamtibmas, serta Brig Bryan Dimas. Kehadiran aparat di lokasi menjadi bagian dari pengamanan sekaligus pendampingan distribusi bantuan kepada warga.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kapolsek Karanganyar AKP Basuki Rahmad menyatakan, kepedulian Polri terhadap masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh persoalan sosial yang dihadapi warga.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak kondisi kemarau dan mengalami keterbatasan air bersih. Polri juga menyatakan akan terus berupaya hadir membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
Distribusi 10.000 liter air ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan air bersih menjadi kebutuhan mendesak ketika musim kemarau berlangsung. Bantuan tangki air memang menjadi langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan warga, namun sifatnya masih berupa penanganan jangka pendek.
Dari sisi penanganan persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat, kondisi tersebut juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah serta instansi terkait. Krisis air tidak cukup hanya direspons melalui distribusi bantuan ketika warga mulai kesulitan mendapatkan air, tetapi membutuhkan pemantauan kondisi wilayah dan kesiapan sumber air secara berkelanjutan.
Untuk warga Dusun Ngrebeng, satu tangki berkapasitas 10.000 liter setidaknya menjadi bantuan langsung di tengah keterbatasan air akibat kemarau. Penyaluran dilakukan dengan tertib dan kondusif, dengan aparat kepolisian turut memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Persoalan berikutnya adalah memastikan ketersediaan air tetap terjaga apabila kondisi kemarau berlanjut. Karena itu, distribusi bantuan perlu ditempatkan sebagai bagian dari respons awal terhadap krisis air, sembari memastikan penanganan yang lebih berkelanjutan bagi wilayah yang berulang kali menghadapi persoalan serupa.
(Red-Garudasatunews)












