Polisi Siapkan Ekshumasi Korban Tewas di Kos

oleh -35 Dilihat
oleh
Polisi Siapkan Ekshumasi Korban Tewas di Kos
Polisi memasang 'police line' di makam korban Dusun Pajaran Desa/Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Minggu (14/6/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Perkembangan penyelidikan kasus kematian seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kos di wilayah Jogoroto, Kabupaten Jombang, memasuki tahap baru. Kepolisian bersiap melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban guna memastikan penyebab kematian dan mengungkap dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

Pantauan di lokasi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan sejumlah personel Polres Jombang bersama warga berada di area pemakaman Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Aparat melakukan pengamanan di sekitar lokasi, sementara warga membantu persiapan teknis menjelang proses ekshumasi.

Makam korban berinisial CH alias Khoiriyah (46), yang dikenal dengan sapaan Puji, telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan. Sejumlah warga juga terlihat membersihkan area sekitar makam dan mendirikan tenda untuk mendukung proses pemeriksaan forensik.

Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi Santoso menjelaskan bahwa korban merupakan warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Sementara itu, lokasi peristiwa yang kini menjadi fokus penyelidikan berada di sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto.

Menurut Solihin, langkah ekshumasi dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan yang tengah berjalan terkait dugaan penganiayaan. Sebab, berdasarkan informasi awal, korban disebut meninggal setelah diduga terjatuh di kamar mandi tempat kos tersebut.

“Ini untuk melengkapi penyidikan dugaan penganiayaan. Karena saat meninggal di Jogoroto, korban dikatakan terjatuh dari kamar mandi,” ujar AKP Solihin Budi Santoso kepada wartawan di area pemakaman, Minggu (14/6/2026).

Kepolisian menilai terdapat sejumlah hal yang perlu didalami lebih lanjut sehingga diperlukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban. Proses tersebut akan melibatkan tim medis forensik dari RS Bhayangkara Kediri guna memperoleh kepastian ilmiah terkait penyebab kematian.

“Karena kematiannya mencurigakan, kita wajib menelusurinya. Dalam ekshumasi ini kita libatkan RS Bhayangkara Kediri,” lanjutnya.

Ekshumasi menjadi langkah penting dalam mengungkap fakta-fakta yang masih memerlukan pembuktian. Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi bagian dari bahan penyidikan untuk menentukan apakah terdapat unsur kekerasan yang berkaitan dengan kematian korban. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menetapkan kesimpulan akhir terkait penyebab kematian tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.