PMK Nihil, Hewan Kurban Ponorogo Diawasi Ketat

oleh -54 Dilihat
oleh
PMK Nihil, Hewan Kurban Ponorogo Diawasi Ketat
Petugas saat memeriksa kesehatan hewab kambing.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pengawasan lalu lintas penjualan hewan kurban di Kabupaten Ponorogo diperketat. Tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo turun langsung ke sejumlah pasar hewan untuk memastikan sapi dan kambing yang diperjualbelikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta layak dijadikan hewan kurban.

Pemeriksaan intensif dilakukan di sejumlah titik, salah satunya di Pasar Hewan Jetis. Ratusan ekor sapi dan kambing diperiksa secara detail, mulai dari kondisi fisik, kesehatan mulut dan kuku, hingga indikasi penyakit menular lain yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun hewan ternak lainnya.

Plt Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Dispertahankan Ponorogo, Wikan Dediastuti menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus PMK di pasar hewan yang dipantau.

“Di pasar tidak ada temuan PMK, nihil. Semua sehat,” ujar Wikan, Senin (25/5/2026).

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi sinyal positif di tengah meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha. Kendati demikian, petugas masih menemukan sejumlah sapi yang belum memenuhi syarat umur untuk dijadikan hewan kurban sesuai ketentuan syariat Islam.

Menurut Wikan, beberapa ternak diketahui belum poel atau belum cukup umur sehingga belum layak disembelih sebagai hewan kurban, meskipun secara kesehatan dinyatakan baik.

“Kalau dipelihara tidak masalah, tetapi kalau untuk kurban harus memenuhi syarat umur,” jelasnya.

Dispertahankan Ponorogo memastikan pengawasan tidak berhenti di pasar hewan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap lapak pedagang hingga kandang peternak untuk mencegah adanya hewan sakit yang lolos ke pasaran saat momentum Idul Adha.

Langkah pengawasan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi penyebaran PMK yang sebelumnya sempat menjadi ancaman serius bagi peternak di berbagai daerah. Pemerintah daerah juga memastikan pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan hingga proses pemotongan hewan kurban berlangsung.

“Kami sudah mulai pemeriksaan beberapa minggu ini, nanti juga kami lakukan pada sapi pasca disembelih,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.