KEDIRI, Garudasatunews.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian teknis di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kediri, yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara lembaga riset dan industri untuk meningkatkan daya saing sektor pergulaan nasional.
Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi potensi pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) melalui penilaian standar produksi, teknologi pengolahan, serta kesiapan fasilitas pabrik dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama BRIN dengan PT Sinergi Gula Nusantara yang telah berlangsung sejak April 2025. Selain memperkuat sinergi riset dan industri, tim peneliti BRIN melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi guna memperoleh data teknis yang dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan industri gula nasional.
General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, menjelaskan bahwa kajian tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan Gula Kristal Rafinasi dengan tetap memperhatikan standar mutu dan efisiensi proses produksi.
“Kedatangan tim BRIN di PG Pesantren Baru melakukan kajian teknis potensi pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) untuk mengevaluasi standar produksi dan teknologi pengolahan dalam menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang,” ujar Sugondo.
Dalam proses evaluasi, tim BRIN menelaah sejumlah aspek strategis, meliputi kualitas produk gula, penerapan teknologi pengolahan, efisiensi operasional pabrik, hingga kesesuaian proses produksi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Penilaian terhadap mutu produk dilakukan untuk memastikan hasil produksi memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Sementara itu, evaluasi teknologi diarahkan pada peluang peningkatan efisiensi proses, termasuk optimalisasi penggunaan energi dan peningkatan produktivitas tanpa mengurangi kualitas produk.
Kajian juga menitikberatkan pada kepatuhan terhadap standar nasional sebagai salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing produk gula Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.
Menurut Sugondo, hasil kajian diharapkan dapat melahirkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh industri dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi.
“Melalui sinergi antara dunia riset dan industri, kajian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses, serta daya saing industri gula Indonesia menuju kemandirian dan swasembada gula nasional,” katanya.
Kolaborasi antara BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara menjadi salah satu langkah penguatan ekosistem inovasi di sektor pergulaan. Pengembangan teknologi pengolahan berbasis riset dinilai penting untuk menjawab tantangan industri, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, hingga persaingan dengan produk impor.
Melalui kajian teknis tersebut, BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif guna mendukung transformasi industri gula nasional sekaligus memperkuat target pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada gula.
(Red-Garudasatunews)*














