Petrokimia Cetak Petani Muda Berjiwa Bisnis

oleh -32 Dilihat
oleh
Petrokimia Cetak Petani Muda Berjiwa Bisnis
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyerahkan beasiswa petani muda bagi siswa SMK Pertanian
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Petrokimia Gresik resmi membuka program Beasiswa Petani Muda 2026 bagi siswa SMK Pertanian di Jawa Timur. Program yang digagas sejak 2024 tersebut diarahkan sebagai strategi percepatan regenerasi petani sekaligus upaya mencetak generasi muda berbasis agribisnis modern di tengah menurunnya minat anak muda terhadap sektor pertanian.

Program beasiswa itu tidak hanya difokuskan pada bantuan pendidikan, tetapi juga diposisikan sebagai instrumen pembentukan calon agripreneur muda yang siap menghadapi tantangan industri pangan nasional dan global.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan regenerasi petani menjadi persoalan strategis yang mendesak untuk segera ditangani. Menurutnya, ketahanan pangan Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian modern.

“Regenerasi petani adalah fondasi penting bagi masa depan pangan Indonesia. Melalui program ini, kami ingin menarik lebih banyak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus membekali mereka dengan kompetensi dan semangat kewirausahaan,” ujar Daconi, Selasa (6/5/2026).

Pendaftaran Beasiswa Petani Muda 2026 dibuka mulai 4 hingga 17 Mei 2026 dengan kuota sebanyak 50 siswa kelas XI SMK Pertanian terbaik di Jawa Timur.

Dalam proses seleksi, peserta tidak hanya diwajibkan mengikuti tahapan administrasi dan ujian tulis berbasis daring, tetapi juga diminta menyusun esai bertema “Bertani untuk Masa Depan Negeri: Pilihan Berani Generasi Z Menjadi Agripreneur Sejati”.

Tema tersebut dinilai menjadi penegasan arah program yang berupaya mengubah stigma lama tentang profesi petani sebagai pekerjaan konvensional menjadi sektor usaha modern yang menjanjikan serta berbasis inovasi.

Untuk memastikan kualitas penerima beasiswa, perusahaan menetapkan sejumlah syarat akademik ketat, di antaranya nilai rata-rata minimal 80 sejak kelas X hingga XI, tidak memiliki nilai di bawah KKTP, serta berasal dari jurusan rumpun pertanian.

Melalui skema tersebut, perusahaan berupaya menyaring sumber daya manusia unggul yang diproyeksikan menjadi pelaku utama transformasi pertanian Indonesia di masa depan.

Penerima beasiswa nantinya memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp500 ribu per bulan selama satu tahun. Namun, program ini disebut tidak berhenti pada bantuan finansial semata.

Peserta juga akan diperkenalkan dengan sistem agroindustri modern, inovasi teknologi pertanian, hingga peluang bisnis berbasis sektor pangan yang saat ini terus berkembang.

“Ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi bagaimana kami menyiapkan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan berjiwa wirausaha,” imbuh Daconi.

Program ini muncul di tengah tantangan serius sektor pertanian nasional, mulai dari perubahan iklim, ancaman krisis pangan global, hingga semakin berkurangnya jumlah petani usia produktif di Indonesia.

Melalui program tersebut, Petrokimia Gresik menegaskan bahwa transformasi pertanian nasional tidak akan berjalan tanpa keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, digitalisasi, dan perubahan pasar.

Bagi siswa SMK pertanian di Jawa Timur, program ini tidak hanya menjadi akses bantuan pendidikan, tetapi juga peluang masuk dalam ekosistem pembangunan ketahanan pangan nasional berbasis generasi muda.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.