Petani Desak BGN Segera Buka Kembali Dapur MBG

oleh -52 Dilihat
oleh
Petani Desak BGN Segera Buka Kembali Dapur MBG
Unjukrasa damai petani, relawan dan UMKM di Surabaya berharap BGN mengaktifkan kembali dapur MBG, Rabu (8/7/2026).
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Ratusan massa yang terdiri dari petani, relawan, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta mitra Badan Gizi Nasional (BGN) se-Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (8/7/2026). Mereka mendesak BGN segera mengaktifkan kembali dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya ditutup sementara karena dinilai berdampak langsung terhadap rantai pasok hasil pertanian dan peternakan di Jawa Timur. (08/07/26)

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan bahwa penghentian sementara operasional dapur MBG mengakibatkan serapan hasil produksi petani dan peternak menurun drastis. Kondisi itu disebut memicu anjloknya harga sejumlah komoditas, termasuk telur dan sayuran, sehingga memengaruhi pendapatan para produsen.

Koordinator Komunitas Petani Malang Raya, Sholehuddin, mengatakan para petani telah menyesuaikan pola tanam selama hampir satu tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan pasokan harian program MBG. Menurutnya, kepastian pembelian hasil panen yang sebelumnya berjalan melalui program tersebut kini terhenti.

“Dulu harga tidak stabil, tetapi sejak ada MBG hasil panen kami dibeli setiap hari dengan harga yang baik. Sekarang pengiriman berhenti total, harga di pasar kembali naik turun dan petani kesulitan menyalurkan stok sayur yang melimpah,” ujarnya.

Ia menilai penghentian sementara program tersebut menyebabkan hasil produksi petani tidak lagi terserap secara optimal. Akibatnya, sebagian komoditas mengalami penumpukan di tingkat produsen, sementara harga jual di pasar ikut melemah.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang, H. Machrus Sholeh, menyatakan aksi damai tersebut merupakan bentuk aspirasi agar BGN membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dengan para mitra pelaksana program.

Menurutnya, para peserta aksi berharap operasional dapur MBG dapat segera dilanjutkan sehingga program prioritas pemerintah dapat kembali berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.

“Pengunjuk rasa menyampaikan keluh kesah karena MBG dihentikan sementara. Mereka meminta BGN terbuka dengan mitra agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan semakin baik ke depan,” kata Machrus.

Machrus juga mengungkapkan dampak ekonomi yang dirasakan petani setelah penghentian sementara program tersebut. Ia mencontohkan harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram saat program MBG berjalan, kini turun menjadi di bawah Rp18 ribu per kilogram. Sementara harga sawi yang sebelumnya mencapai Rp15 ribu, kini hanya sekitar Rp3 ribu.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan besarnya pengaruh program MBG terhadap stabilitas permintaan hasil pertanian dan peternakan di tingkat produsen.

Hingga aksi berlangsung, massa berharap Badan Gizi Nasional memberikan penjelasan resmi mengenai penghentian sementara operasional dapur MBG sekaligus menyampaikan kepastian mengenai keberlanjutan program. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari harapan agar penyerapan hasil produksi petani kembali berjalan dan stabilitas harga komoditas pertanian dapat terjaga.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.