PACITAN, Garudasatunews.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG 3 kilogram di Kabupaten Pacitan dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Lebaran 2026, meski sebelumnya sempat terjadi antrean panjang di sejumlah pangkalan dalam beberapa hari terakhir.
Sales Branch Manager Kediri IV Gas Pertamina Patra Niaga, Gatot Subroto, menyatakan distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan normal dengan tambahan suplai untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Stok LPG 3 kilogram di Pacitan aman. Kami juga telah menyiapkan tambahan suplai untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Tambahan suplai yang digelontorkan mencapai 38.080 tabung atau setara 252 persen dari rata-rata penyaluran harian. Distribusi dilakukan bertahap sepanjang Maret, baik sebelum maupun setelah Lebaran.
Secara total, alokasi LPG 3 kilogram untuk Pacitan sepanjang 2026 mencapai 4.131.667 tabung atau sekitar 12.935 metrik ton, dengan rata-rata distribusi harian sekitar 15.097 tabung.
Gatot menegaskan, posisi Pertamina hanya sebagai operator yang menjalankan penugasan pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001. Sementara itu, pengawasan distribusi dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
“Pertamina hanya menyalurkan sesuai kuota. Pengawasan dan HET menjadi kewenangan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu, seperti rumah tangga, usaha mikro, petani, dan nelayan sasaran. Sektor seperti hotel, restoran, laundry, hingga peternakan dilarang menggunakan LPG bersubsidi.
Distribusi LPG dilakukan melalui jalur resmi mulai dari depot, SPBE, agen hingga pangkalan resmi berizin. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan HET sebesar Rp18.000 per tabung, yang wajib dipatuhi oleh seluruh pangkalan.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, serta memastikan pembelian dilakukan di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai ketentuan.
“Kami tetap menyalurkan tambahan suplai, bahkan saat hari libur. Masyarakat diminta tetap tenang,” tambahnya.
Pertamina juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pelanggaran harga melalui dinas terkait maupun Contact Center 135, dengan bukti pendukung. Pangkalan yang terbukti menjual di atas HET dipastikan akan ditindak tegas.
(Red-Garudasatunews)















