
SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengakselerasi pembukaan rute penerbangan perintis menuju Pulau Masalembu melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Moda transportasi udara di pulau terluar ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027 mendatang.
Langkah strategis ini menjadi komitmen Pemkab Sumenep dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, khususnya Masalembu yang secara geografis berada di batas terluar wilayah Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah mematangkan berbagai aspek regulasi teknis. Salah satu tahapan krusial yang akan direalisasikan tahun ini adalah uji coba penerbangan (flight test).
”Hasil flight test tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi mendasar terhadap aspek keselamatan dan kelayakan operasional Bandara Masalembu,” ujar Dadang, Kamis (1/10/2026).
Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemkab Sumenep bersinergi dengan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta menyasar kerja sama dengan sejumlah maskapai potensial seperti Susi Air.
Fokus Pengaktifan Registrasi Bandara
Dadang menambahkan, fokus utama Pemkab saat ini adalah mengembalikan status aktif registrasi Bandara Masalembu agar terdata resmi dalam sistem kebandarudaraan nasional di bawah pengawasan Kemenhub dan Otoritas Bandar Udara.
Sebagai pemenuhan kelayakan, penyusunan dokumen Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.
”Dokumen HIRA ini menjadi pijakan vital untuk mereaktivasi registrasi bandara sekaligus menjamin standar keselamatan penerbangan yang rigid,” tandasnya.
Jika seluruh verifikasi dan standar keselamatan terpenuhi, penerbangan perintis bersubsidi dari Kemenhub dipastikan siap melayani masyarakat Masalembu pada 2027. (Red-Garudasatunews)














