Pariwisata Sumenep Bergeliat : 1,5 Juta Kunjungan Jadi Bukti Potensi Pasar Wisata Madura

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261001-WA0004

SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini mentransformasi jajaran agenda wisata dan budayanya dari sekadar hiburan menjadi motor penggerak ekonomi warga. Strategi ini dirancang untuk memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi lokal.

​Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa perputaran ekonomi dari sektor pariwisata tidak boleh berhenti di arena acara saja.
​“Kalender event ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Faruk, Rabu (30/9).

​Menurutnya, lonjakan wisatawan secara langsung menghidupkan ekosistem usaha masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, transportasi, akomodasi penginapan, hingga industri kreatif.

​Kunjungan Wisatawan Tembus 1,5 Juta Orang
​Potensi pasar pariwisata di Sumenep terbukti kian membesar. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep diperkirakan telah menembus angka 1,5 juta orang.

​Faruk menilai, capaian tersebut mencerminkan daya pikat destinasi alam dan budaya Sumenep yang dipadukan secara harmonis dengan ragam acara berskala lokal hingga nasional.
​Salah satu penopang utamanya adalah Madura Culture Festival (MCF) 2026. Festival budaya bergengsi ini diproyeksikan menjadi pusat keramaian utama yang mampu menyedot hingga 150.000 pengunjung, baik dari wilayah Sumenep maupun luar daerah.

​Incar Dampak Berganda (Multiplier Effect)
​Pemerintah Daerah menekankan bahwa target 150.000 pengunjung MCF 2026 bukan sebatas capaian angka di atas kertas, melainkan peluang penciptaan transaksi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wisatawan diharapkan aktif berbelanja kuliner, suvenir, menggunakan jasa transportasi, menginap, serta mengonsumsi produk kreatif lokal.

​“Harapannya, setiap event yang kita gelar tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif,” jelas Faruk.

​Ke depan, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kalender event. Setiap agenda dirancang agar memiliki daya pikat tinggi dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor termasuk seniman, komunitas, UMKM, dan masyarakat setempat.

​Melalui pendekatan ini, event berfungsi sebagai media promosi interaktif yang menyajikan pengalaman langsung (live experience) bagi wisatawan.
​“Event menjadi bagian penting untuk memperkuat promosi pariwisata Sumenep. Kita ingin wisatawan datang, menikmati Sumenep, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.