Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Jadi Sorotan Open House

oleh -42 Dilihat
oleh
Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Jadi Sorotan Open House
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri acara Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung perkembangan peserta didik dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi terbuka atas pelaksanaan program pendidikan Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir 11 bulan.

Open house digelar untuk memberikan akses kepada orang tua, calon siswa, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah guna melihat secara langsung proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik di lingkungan Sekolah Rakyat.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Gus Ipul menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2025/2026 telah menunjukkan sejumlah perkembangan positif, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan selama proses berlangsung.

“Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan, proses pembelajarannya makin baik. Anak-anak juga sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan juga bagus, kesehatannya juga makin bagus,” ujar Gus Ipul.

Kehadiran Menteri Sosial sekitar pukul 14.30 WIB disambut berbagai penampilan siswa SRMA 21 Surabaya, mulai dari baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Berbagai pertunjukan tersebut menjadi gambaran perkembangan kemampuan akademik maupun nonakademik siswa yang selama ini menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Selain menyaksikan penampilan, Gus Ipul juga berdialog langsung dengan orang tua, siswa, dan calon peserta didik.

Salah satu orang tua siswa, Ita Fitriani, menyampaikan perubahan signifikan yang dialami putrinya, Marsya Dwi Cahyani, sejak mengikuti pendidikan di SRMA 21 Surabaya. Dalam dialog tersebut, Ita mengaku bangga melihat perkembangan anaknya yang sebelumnya dikenal tertutup dan kurang percaya diri.

“Sekarang sudah berani tampil, sudah baik pokoknya, dulu pemalu sekali, tertutup anaknya,” kata Ita sambil meneteskan air mata dan memeluk putrinya.

Marsya diketahui berasal dari keluarga sederhana di Kecamatan Semampir, Surabaya. Ayahnya, Siswandi, bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tetap. Kondisi ekonomi keluarga sempat menyebabkan Marsya putus sekolah selama lebih dari satu tahun.

Melalui program Sekolah Rakyat, Marsya kembali memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter.

“Saya terima kasih sekali anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Dulu sempat putus sekolah lebih dari satu tahun. Dia ingin jadi dokter juga,” ujar Ita.

Marsya sendiri mengaku mengalami perubahan dalam aspek kedisiplinan dan kemandirian setelah hampir dua semester mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Saya lebih disiplin, disiplin salat, terus bisa memanajemen waktu juga,” kata Marsya.

Perubahan yang dialami Marsya dan sejumlah siswa lainnya, menurut pelaksanaan program, merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalankan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Sekretaris Daerah Jawa Timur Adi Karyono, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, perwakilan Universitas Surabaya melalui Wakil Rektor Bidang II Prof. Bachtiar S. Bachri, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, jajaran staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.