Peringati Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Deklarasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

oleh -30 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261004-WA0010

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Kabupaten Sumenep resmi mendeklarasikan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) bagi seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya. Deklarasi ini menjadi momentum utama dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-97 LP Ma’arif NU yang digelar pada Sabtu (3/10/2026).

​Rangkaian peringatan tersebut diikuti oleh para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik dari lembaga pendidikan Ma’arif NU se-Kabupaten Sumenep. Acara diawali dengan kegiatan jalan sehat dan Senam Anak Indonesia Hebat, yang kemudian dilanjutkan dengan peluncuran BSAN serta aksi penanaman bibit pohon.

​Turut hadir dalam jajaran tamu undangan di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, PCNU Sumenep, Kantor Kementerian Agama Sumenep, serta Pergunu Sumenep bersama jajaran pengurus LP Ma’arif NU.

​Ketua PC LP Ma’arif NU Sumenep, Salamet, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-97 ini bukan sekadar ajang napak tilas sejarah organisasi, melainkan penegasan arah strategis pengembangan pendidikan Ma’arif NU di tengah dinamika dan tantangan zaman.

​“Dengan Harlah ke-97 ini, kami ingin seluruh lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU Sumenep terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, maju, modern, dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” tegas Salamet.

​Salamet, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, menekankan bahwa mutu pendidikan tidak boleh hanya diukur dari pencapaian akademik semata. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter memegang peranan krusial dalam mendukung tumbuh kembang siswa. Oleh karena itu, BSAN diusung sebagai agenda krusial untuk membangun ekosistem sekolah dan madrasah yang ramah anak.

​Ia menjelaskan, LP Ma’arif NU Sumenep saat ini menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Keragaman jenjang ini dipandang sebagai modal sosial yang kuat untuk merajut ekosistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

​“Lembaga pendidikan Ma’arif harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan kapasitas guru, inovasi pembelajaran, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, Salamet mendorong penguatan kemitraan lintas sektor termasuk pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat luas. “Momentum Harlah ini harus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan NU dan berbagai mitra. Dengan sinergi dan kebersamaan, kami ingin lembaga pendidikan Ma’arif NU semakin maju, adaptif, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

​Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembentukan karakter peserta didik, acara diakhiri dengan aksi simbolis penanaman bibit pohon. Kesadaran menjaga alam dinilai menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter di lingkungan Ma’arif NU.

​Pada peringatan tahun ini, Harlah ke-97 LP Ma’arif NU mengusung tema “Meneguhkan Khidmah Pendidikan, Memperkuat Kepedulian Sosial, dan Merawat Tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.” (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.