Perempuan Mojokerto Dituntut Melek Digital

oleh -23 Dilihat
oleh
Perempuan Mojokerto Dituntut Melek Digital
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra saat pengukuhan Pengurus GOW Kabupaten Mojokerto masa bakti 2026-2031 di Pendapa GMT. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan perempuan di Kabupaten Mojokerto dituntut lebih aktif, mandiri, dan adaptif menghadapi percepatan perkembangan teknologi serta arus informasi digital yang terus berubah.

Penegasan tersebut disampaikan saat pengukuhan pengurus Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mojokerto masa bakti 2026-2031 di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu (13/5/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menilai, perempuan tidak lagi hanya berperan dalam lingkup keluarga, namun juga dituntut memiliki kemampuan literasi digital agar mampu bersaing dan terlibat dalam pembangunan daerah.

“Di era digital seperti sekarang, perempuan juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan, penguatan wawasan, hingga penguasaan teknologi digital sebagai modal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Gus Barra juga menilai keberadaan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mojokerto memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya terkait pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, kesehatan masyarakat, dan penguatan ekonomi rumah tangga.

“Sinergi organisasi perempuan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, kesehatan masyarakat, hingga penguatan ekonomi keluarga. Perempuan yang berdaya bukan hanya mampu menguatkan keluarganya, tetapi juga ikut menentukan kemajuan daerahnya,” ujarnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, GOW Kabupaten Mojokerto menaungi sedikitnya 30 organisasi perempuan yang tersebar hingga tingkat desa. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi besar dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis perempuan secara langsung di lapangan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyiapkan program unggulan bertajuk “Perempuan Berkarya” yang difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, pendidikan, hingga literasi digital bagi perempuan.

Menurut Gus Barra, program tersebut diharapkan mampu menjadi ruang penguatan kapasitas perempuan sekaligus memperluas keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah melalui sinergi organisasi perempuan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mojokerto, Amelia Fitri Hudani Octavian, mengajak seluruh pengurus dan anggota memperkuat komunikasi serta kolaborasi untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Kami optimistis sinergi yang kuat antarorganisasi perempuan akan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.