Perahu Nelayan Jangkar Tenggelam Diterjang Gelombang

oleh -50 Dilihat
oleh
Perahu Nelayan Jangkar Tenggelam Diterjang Gelombang
Sejumlah perahu nelayan di Jangkar Situbondo dihantam ombak hingga 9 diantaranya tenggelam. (BPBD Situbondo)
banner 468x60

SITUBONDO, Garudasatunews.id – Sedikitnya sembilan perahu nelayan di pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, dilaporkan tenggelam dan mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang pasang disertai angin kencang pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu mengakibatkan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebutkan, cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir menyebabkan perahu-perahu yang ditambatkan di tepi pantai tidak mampu menahan terjangan ombak. Akibatnya, sejumlah perahu tenggelam bersama perlengkapan penangkapan ikan milik nelayan.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan yang dialami para nelayan dinilai cukup signifikan karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan sumber penghasilan mereka.

“Gelombang pasang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah perahu nelayan dihantam ombak hingga tenggelam. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujar Puriyono, Minggu (7/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pasar Nangka dan Dusun Krajan, Desa Jangkar. Berdasarkan hasil pendataan BPBD, sebanyak tiga perahu mengalami kerusakan berat, sedangkan enam perahu lainnya mengalami kerusakan sedang.

Tiga perahu yang tercatat mengalami rusak berat merupakan milik Mamad, Prayitno, dan Warni. Kerusakan meliputi badan perahu yang tenggelam serta perlengkapan penangkapan ikan yang rusak akibat terjangan gelombang.

Sementara itu, enam nelayan lainnya yakni Hajari, Heri, Deni, Kusriyanto, Hasan, dan Darun mengalami kerugian akibat alat tangkap ikan yang tenggelam dan rusak. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas melaut para nelayan dalam beberapa waktu ke depan.

BPBD Situbondo memperkirakan nilai kerugian akibat kejadian tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Kerugian pada kategori rusak berat ditaksir rata-rata sekitar Rp10 juta per perahu, sedangkan kerusakan sedang diperkirakan mencapai Rp5 juta per perahu.

Menindaklanjuti laporan warga, tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen lapangan dan pendataan dampak kejadian. Petugas juga melakukan koordinasi dengan unsur kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan setempat guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Dalam proses penanganan, sejumlah unsur terlibat antara lain Kecamatan Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, Tagana Dinas Sosial Situbondo, perangkat Desa Jangkar, dan masyarakat sekitar.

BPBD Situbondo mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih berpeluang terjadi di wilayah perairan Situbondo.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.