Pengoplosan Elpiji Puspo Terbongkar, Distribusi Disorot

oleh -34 Dilihat
oleh
Pengoplosan Elpiji Puspo Terbongkar, Distribusi Disorot
Wagub Jatim Pantau Lokasi Pengoplosan Elpiji di Puspo Pasuruan
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun langsung meninjau lokasi dugaan praktik pengoplosan elpiji subsidi di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, menyusul pengungkapan kasus oleh aparat kepolisian. Temuan ini mempertegas lemahnya pengawasan distribusi gas bersubsidi di tingkat bawah yang berpotensi merugikan masyarakat prasejahtera.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan perlunya pengetatan sistem distribusi melalui verifikasi identitas pembeli. Ia mendorong agar pembelian elpiji subsidi wajib menggunakan KTP guna mencegah penyimpangan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kita anjurkan pembelian menggunakan KTP agar sesuai sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan elpiji bersubsidi,” ujarnya saat melakukan peninjauan di lokasi.

Langkah ini sekaligus membuka fakta bahwa celah distribusi masih dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan ilegal. Pemerintah menilai tanpa pengawasan berlapis, praktik serupa berpotensi terus berulang dan mengganggu stabilitas pasokan energi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah memastikan rantai pasok elpiji di wilayah Pasuruan tetap berjalan, meski sempat terganggu akibat kasus tersebut. Koordinasi lintas instansi diklaim telah diperkuat untuk menutup celah distribusi yang selama ini dimanfaatkan pelaku.

Dukungan juga datang dari Hiswana Migas yang mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum. Pengawasan kini diperketat mulai dari agen hingga pangkalan, dengan fokus pada transparansi distribusi dan pengendalian stok.

Koordinator Hiswana Migas, Dwi Hardono, menyebut pengungkapan kasus ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh dalam tata kelola distribusi elpiji subsidi. “Terima kasih atas kerjasama kepolisian yang telah mengungkap kasus ini sehingga pengawasan bisa kembali ditingkatkan,” ungkapnya.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan gas. Menanggapi hal itu, pihak terkait memastikan distribusi logistik telah kembali normal dan pasokan elpiji untuk wilayah Pasuruan Raya dalam kondisi aman.

Pemantauan stok disebut akan dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi kelangkaan sekaligus mencegah praktik penimbunan. Namun, efektivitas langkah ini masih bergantung pada konsistensi pengawasan dan ketegasan penindakan di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.