Karhutla Bromo Picu Pembatalan Wisata Massal

oleh -25 Dilihat
oleh
Karhutla Bromo Picu Pembatalan Wisata Massal
Karhutla Bromo Picu Pembatalan Wisata Massal
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Penutupan sementara sejumlah akses wisata Gunung Bromo mengakibatkan wisatawan membatalkan perjalanan, bahkan beberapa rombongan terpaksa putar balik setelah tiba di kawasan penyangga wisata di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pada Minggu (9/8/2026), aktivitas wisata menuju Gunung Bromo mengalami penurunan signifikan. Penutupan kawasan yang diberlakukan guna mendukung proses pemadaman kebakaran membuat wisatawan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik destinasi utama di kawasan TNBTS.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha wisata lokal. Ade (31), sopir jeep wisata asal Sukapura, mengungkapkan sedikitnya empat rombongan wisatawan membatalkan perjalanan mereka pada hari yang sama.

“Empat rombongan, empat mobil, sekitar 18 orang membatalkan perjalanan hari ini,” ujarnya.

Menurut Ade, sebagian wisatawan yang telah melakukan pemesanan sebelumnya memilih membatalkan kunjungan. Namun, bagi wisatawan yang sudah terlanjur tiba di kawasan Bromo, pihak operator wisata berupaya mengalihkan perjalanan ke destinasi alternatif yang masih dibuka untuk umum.

“Kalau wisatawan sudah terlanjur datang, biasanya kami arahkan ke Seruni Point. Untuk yang sudah membayar paket penuh, sebagian biaya kami kembalikan,” katanya.

Penyesuaian tersebut dilakukan karena sejumlah jalur dan lokasi wisata utama di kawasan Gunung Bromo masih ditutup demi keselamatan pengunjung dan kelancaran proses penanganan kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.

Tidak hanya pelaku usaha, wisatawan juga merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut. Ayu Firda (28), wisatawan asal Semarang, mengaku kecewa karena rencana kunjungannya ke Gunung Bromo gagal terealisasi setelah kawasan wisata ditutup.

Padahal, kata Ayu, seluruh biaya perjalanan dan paket wisata telah dibayarkan sebelum keberangkatan. Meski demikian, ia memilih tetap melanjutkan agenda wisata dengan mengunjungi lokasi alternatif yang direkomendasikan.

“Ya terpaksa, mau bagaimana lagi. Kami diarahkan ke Seruni Point dan Jembatan Kaca,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami Supriyanto, wisatawan asal Kota Probolinggo. Ia bersama rombongan telah berangkat menuju kawasan Bromo, namun akhirnya tidak diperbolehkan memasuki area wisata akibat penutupan yang diberlakukan pihak berwenang.

“Alhasil hanya bisa berfoto-foto di sekitar Apsasa Kafe. Tapi kami memaklumi karena ini musibah,” kata Supriyanto.

Penutupan kawasan wisata Bromo menjadi bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan dalam penanganan karhutla di kawasan TNBTS. Selain untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan pengunjung, kebijakan tersebut juga memberikan ruang gerak yang lebih optimal bagi petugas dalam melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api.

Dari sudut pandang pariwisata, kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga berimbas pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pelaku jasa transportasi wisata, pemandu perjalanan, hingga sektor usaha pendukung lainnya mulai merasakan penurunan aktivitas akibat berkurangnya kunjungan wisatawan.

Hingga saat ini, penutupan sejumlah kawasan wisata di Gunung Bromo masih diberlakukan mengikuti perkembangan situasi kebakaran dan proses penanganan di lapangan. Wisatawan diimbau untuk memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan guna menghindari pembatalan maupun perubahan agenda wisata secara mendadak.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.