Pengendara Vario Tewas Terlindas Truk di Mojoagung

oleh -33 Dilihat
oleh
Pengendara Vario Tewas Terlindas Truk di Mojoagung
Korban kecelakaan di Mojoagung Jombang meninggal di kolong truk, Kamis malam (6/8/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026) malam. Insiden yang melibatkan tiga kendaraan tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang penumpangnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RSUD Jombang.

Peristiwa nahas itu melibatkan sepeda motor Honda Vario nomor polisi S-6457-QO, sepeda motor roda tiga Kaisar nomor polisi N-8901-YB, serta truk Mitsubishi AG-8648-VQ yang mengangkut muatan tebu. Aparat Satlantas Polres Jombang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Korban meninggal diketahui bernama Yulio Candra Kristianto (20), warga Dusun Bogorame, Desa Kedungbogo, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Sementara penumpang Honda Vario, Rifki Ardian (40), warga Dusun Kedunglumpang, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, mengalami luka berat. Adapun pengendara sepeda motor roda tiga Kaisar, Shodikin (51), serta pengemudi truk Mitsubishi, Kastono (39), dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Makhfud (53), kecelakaan bermula ketika Honda Vario melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara diduga berupaya mendahului kendaraan di depannya. Namun, sepeda motor tersebut diduga tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak bagian belakang sepeda motor roda tiga Kaisar yang melaju searah.

Akibat benturan tersebut, Honda Vario terjatuh ke sisi kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi bermuatan tebu yang kemudian melindas pengendara sepeda motor.

“Sepeda motor Honda Vario jatuh mengarah ke kanan lalu terlindas truk Mitsubishi yang berjalan dari arah timur ke barat. Akibatnya pengendara meninggal dunia di lokasi, sedangkan penumpangnya mengalami luka berat,” ujar Makhfud.

Selain dugaan kurang hati-hati saat melakukan manuver mendahului, saksi juga menyoroti kondisi penerangan jalan umum (PJU) di lokasi yang disebut tidak berfungsi. Minimnya pencahayaan pada malam hari dinilai berpotensi menjadi faktor yang memengaruhi jarak pandang pengguna jalan, meski hal tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan kepolisian.

Sudut pandang lain yang turut menjadi perhatian adalah aspek keselamatan lalu lintas di ruas Jalan Raya Wonoayu yang dilintasi kendaraan berat, termasuk truk pengangkut tebu. Keberadaan kendaraan dengan dimensi besar pada malam hari menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Di sisi lain, fungsi infrastruktur pendukung seperti lampu penerangan jalan menjadi bagian penting yang dapat menunjang keselamatan berkendara.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat,” ujar Ipda Nurul Iman.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menetapkan adanya unsur kelalaian dari pihak tertentu. Hasil penyelidikan dan olah TKP masih menjadi dasar utama untuk memastikan penyebab kecelakaan secara objektif. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses penyidikan memperoleh fakta yang lengkap sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.