Pencurian Sekolah Mojokerto Ganggu Ujian Siswa

oleh -26 Dilihat
oleh
Pencurian Sekolah Mojokerto Ganggu Ujian Siswa
Kondisi ruang Kepala Sekolah dan guru yang diacak-acak maling. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan di SDN Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menimbulkan dampak serius menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademis (TKA). Sekolah kini terpaksa mencari pinjaman perangkat demi memastikan siswa tetap dapat mengikuti ujian.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) dini hari itu mengakibatkan hilangnya sejumlah perangkat vital, termasuk empat unit Chromebook, empat laptop, serta satu proyektor. Lebih mengkhawatirkan, data penting laporan dana BOS yang tersimpan dalam salah satu laptop juga ikut raib tanpa jejak.

Kondisi ini langsung memukul kesiapan sekolah menghadapi TKA yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Sebanyak 19 siswa terancam tidak dapat mengikuti ujian berbasis digital akibat minimnya perangkat yang tersedia pascakejadian.

Kepala SDN Simbaringin, Dwi Kurniawan, mengakui pihaknya kini berada dalam situasi darurat. Sekolah harus bergerak cepat mencari solusi dengan meminjam perangkat dari sekolah lain, termasuk kemungkinan memindahkan siswa ke lokasi lain agar ujian tetap terlaksana.

“Kami kelimpungan karena ini mendekati TKA. Kami upayakan pinjam ke SMP atau geser pelaksanaan agar siswa tetap bisa ikut ujian,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, pihak sekolah mulai melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah sekolah di sekitar wilayah Kutorejo. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya opsi realistis untuk menutup kekurangan fasilitas yang hilang akibat pencurian.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Polsek Kutorejo bersama tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap pelaku dan kemungkinan kelalaian sistem pengamanan sekolah.

Minimnya sistem keamanan menjadi sorotan utama. Tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di lingkungan sekolah diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa terdeteksi.

Pihak sekolah mengakui kelemahan tersebut dan berencana segera meningkatkan sistem keamanan dengan pemasangan CCTV guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian yang menyasar institusi pendidikan, sekaligus mengungkap kerentanan fasilitas sekolah terhadap tindak kriminal. Di saat siswa seharusnya fokus menghadapi ujian, mereka justru dihadapkan pada krisis sarana akibat lemahnya perlindungan aset pendidikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.