Pemuda Didorong Kuasai Alsintan Modern

oleh -94 Dilihat
oleh
Pemuda Didorong Kuasai Alsintan Modern
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus mendorong anak muda untuk terjua 8n di duvnia pertanian. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.aa
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai mengarahkan regenerasi sektor pertanian dengan melibatkan anak muda dalam pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan) modern guna menopang target swasembada pangan nasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam penerapan teknologi pertanian berbasis smart farming. Hal itu disampaikan saat berdialog dengan petani Gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi.

Di desa tersebut, Gapoktan Surangganti mengelola Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tani Makmur yang menyediakan layanan mekanisasi dari hulu hingga hilir. Layanan mencakup traktor pengolah tanah, grain seeder untuk persemaian, transplanter penanam bibit, drone sprayer penyemprot pupuk cair, hingga combine harvester untuk panen.

Anak-anak muda direkrut sebagai operator utama alsintan. Skema ini tidak hanya menyasar efisiensi produksi, tetapi juga mendorong pergeseran peran pemuda dari buruh tani menjadi tenaga terampil berbasis teknologi.

Manajer UPJA Tani Makmur, Heru, mengklaim mekanisasi memangkas biaya dan waktu tanam secara signifikan. Untuk satu hektare sawah, metode manual membutuhkan 12 pekerja per hari, sementara penggunaan transplanter cukup empat orang per hari. Efisiensi tenaga kerja ini berdampak langsung pada pengurangan ongkos produksi.

Selain itu, percepatan masa tanam dinilai memperluas cakupan lahan yang bisa digarap dalam satu musim, sehingga berpotensi meningkatkan volume produksi gabah. Namun efektivitas program ini tetap bergantung pada konsistensi pendampingan, ketersediaan suku cadang alsintan, serta keberlanjutan pasar hasil panen.

Pemkab Banyuwangi menargetkan model UPJA berbasis pemuda ini menjadi motor modernisasi pertanian daerah. Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan minimnya minat generasi muda pada sektor agraria, keberhasilan implementasi teknologi akan menjadi tolok ukur nyata dukungan daerah terhadap agenda swasembada pangan nasional. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.