SITUBONDO, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Situbondo, dengan fokus utama pada perbaikan irigasi pertanian demi menjaga ketahanan pangan warga.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan percepatan perbaikan saluran irigasi yang rusak dan mengairi sawah di delapan desa terdampak banjir pada Rabu (21/1/2026).
“Perbaikan irigasi kami targetkan rampung dalam tiga hari, agar aliran air ke sawah kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu,” ujar Khofifah, Minggu (25/1/2026).
Perbaikan dijadwalkan berlangsung 24–26 Januari 2026, guna memulihkan suplai air ke 1.336 hektare lahan pertanian di Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.
Pemprov Jatim mengerahkan 31 personel dengan dukungan alat berat, meliputi satu ekskavator, dua self loader, satu truk crane, dua dump truck, serta material pendukung berupa 12 pipa diameter 20 inci dan 400 sandbag untuk memperkuat struktur sementara dan mencegah kerusakan lanjutan.
Banjir bandang sebelumnya merusak saluran irigasi sepanjang 15 meter, memutus aliran air ke lahan pertanian. Sebagai langkah darurat, Pemprov telah memasang 12 pipa sementara sepanjang enam meter agar irigasi tetap berfungsi.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menugaskan tim teknis melakukan normalisasi Sungai Lubawang sebagai langkah mitigasi banjir susulan.
“Normalisasi sungai penting untuk meningkatkan kapasitas aliran dan menekan risiko banjir ke depan. Ini bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian,” tegasnya.(Red-Garudasatunews)













