Pemkab Sidoarjo Percepat Eliminasi TB Sebelum 2028

oleh -20 Dilihat
oleh
Pemkab Sidoarjo Percepat Eliminasi TB Sebelum 2028
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj. Sriatun Subandi
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan eliminasi Tuberkulosis (TB) dapat tercapai pada 2028, lebih cepat dibanding target nasional 2030. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, hingga pertengahan 2026 terdapat sekitar 5.800 kasus TB, dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo, Djoko Setijono, mengatakan percepatan eliminasi dilakukan melalui penguatan layanan di 170 fasilitas kesehatan, perluasan sarana pengobatan, peningkatan skrining terhadap masyarakat yang diduga terpapar TB, serta penguatan Desa Siaga TB melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta edukasi penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.

Dukungan terhadap percepatan eliminasi TB juga datang dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo. Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj. Sriatun Subandi, menegaskan kader PKK akan memperkuat deteksi dini, pendampingan pasien, serta edukasi lingkungan sehat kepada masyarakat.

Menurutnya, peran keluarga, terutama ibu rumah tangga, sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan, dan kebersihan rumah. Ia juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau menjemur bantal, kasur, dan guling secara rutin guna mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Sriatun juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap penderita TB. Ia menilai dukungan moral sangat diperlukan agar pasien tetap disiplin menjalani pengobatan, menjaga pola makan sehat, serta mematuhi penggunaan masker selama masa pengobatan.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah, menilai faktor lingkungan seperti ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan hunian, dan kebersihan menjadi aspek penting dalam pengendalian TB. Ia menegaskan kolaborasi petugas TB dan tenaga sanitasi harus diperkuat agar proses penemuan kasus, pengobatan, hingga pasien dinyatakan sembuh dapat berjalan optimal.

Dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono, mengingatkan satu penderita TB berpotensi menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, batuk berdarah, sesak napas, atau nyeri dada segera memeriksakan diri ke puskesmas agar memperoleh diagnosis dan pengobatan sedini mungkin.

Sementara itu, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih meminta Dinas Kesehatan segera memperkuat langkah strategis untuk menekan angka kasus TB. Menurutnya, tingginya kasus TB menjadi perhatian serius mengingat Sidoarjo merupakan kawasan metropolitan yang seharusnya didukung kondisi sanitasi dan perilaku hidup sehat yang lebih baik.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan skrining secara masif, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan agar pasien memperoleh pengobatan tepat waktu. Selain pengobatan, Abdillah juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker dan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya mencegah penularan TB di masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.