PONOROGO, Garudasatunews.id – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo harus berjibaku hampir tiga jam untuk melepaskan baut yang melilit dan menjepit jari seorang bocah. Penanganan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan jari korban dapat dibebaskan tanpa menimbulkan cedera lebih parah.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bentuk layanan penyelamatan yang ditangani petugas Damkar di luar tugas utama pemadaman kebakaran. Dalam kondisi darurat seperti ini, keterampilan petugas dan ketepatan penggunaan peralatan menjadi faktor penting agar benda yang menjepit jari korban dapat dilepaskan dengan aman.
Proses pelepasan baut berlangsung cukup lama karena posisi benda yang melilit jari korban membutuhkan penanganan secara perlahan. Petugas tidak bisa melakukan tindakan secara terburu-buru mengingat korban masih anak-anak dan bagian tubuh yang terjepit harus dilindungi selama proses evakuasi.
Hampir tiga jam petugas berupaya membebaskan jari tersebut. Proses panjang itu sekaligus menunjukkan bahwa penanganan benda yang menjerat bagian tubuh membutuhkan kehati-hatian, terutama ketika menyangkut keselamatan anak.
Dalam kasus seperti ini, tindakan spontan dengan menarik atau memaksa benda yang tersangkut justru berpotensi memperparah kondisi. Karena itu, keterlibatan petugas penyelamat menjadi penting untuk memastikan proses pelepasan dilakukan menggunakan metode dan peralatan yang sesuai.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya ketika bermain dengan benda-benda berbahan logam, baut, mur, atau benda lain yang memiliki lubang dan celah sempit.
Bagi Damkar, laporan semacam ini memperlihatkan luasnya fungsi layanan penyelamatan kepada masyarakat. Petugas tidak hanya dituntut mampu menangani kebakaran, tetapi juga harus siap merespons berbagai kondisi darurat yang membutuhkan tindakan teknis dan cepat.
Kendati proses evakuasi berlangsung lama, upaya petugas akhirnya berhasil membebaskan jari bocah tersebut dari jeratan baut. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban dan meminimalkan risiko cedera.
Kasus ini sekaligus menegaskan pentingnya respons yang tepat ketika anak mengalami kecelakaan kecil maupun kondisi tubuh yang terjepit benda tertentu. Alih-alih memaksakan pelepasan sendiri, keluarga dapat meminta bantuan petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan penyelamatan.
(Red-Garudasatunews)














