Pemkab Pasuruan Siapkan Tiga Sumur Bor Atasi Krisis Air Arjuno

oleh -27 Dilihat
oleh
Pemkab Pasuruan Siapkan Tiga Sumur Bor Atasi Krisis Air Arjuno
Pemkab Pasuruan menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang krisis air bersih akibat kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Arjuno.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur, menyiapkan pembangunan tiga titik sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno. Langkah ini menjadi solusi jangka panjang menyusul kerusakan jaringan pipa distribusi air bersih yang mengganggu kebutuhan warga di sejumlah desa terdampak.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran terkait di kawasan Hutan Cempaka, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Selasa (20/10/2026) malam.

Tiga sumur bor yang direncanakan terdiri atas dua titik di Desa Jatiarjo dan satu titik di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sumber air alternatif agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan pipa yang rentan mengalami kerusakan ketika terjadi bencana.

“Solusi permanen itu untuk ketika ada bencana seperti ini sehingga tidak sampai kekurangan air bersih, yaitu dilakukan pengeboran,” ujar Rusdi dalam keterangannya.

Distribusi Air Bersih Masih Dilakukan

Sambil menyiapkan solusi jangka panjang, Pemkab Pasuruan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Distribusi dilakukan setiap hari, terutama di Desa Jatiarjo dan Dayurejo di Kecamatan Prigen serta Desa Tambaksari di Kecamatan Purwodadi.

Kerusakan jaringan pipa menjadi salah satu dampak serius karhutla Gunung Arjuno. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi hutan, tetapi juga merusak infrastruktur yang menyalurkan air dari sumber mata air menuju permukiman.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Gangguan distribusi air turut memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari memasak hingga keperluan rumah tangga sehari-hari.

Pemprov Jatim Dorong Penanganan Jangka Panjang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan perlunya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk mempercepat penanganan karhutla beserta dampaknya.

Menurut Khofifah, distribusi air bersih melalui pengiriman langsung menjadi langkah jangka pendek. Sementara itu, pembangunan sumber air alternatif dan perbaikan jaringan distribusi diperlukan untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang.

Pemerintah juga mengupayakan dukungan helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing. Berdasarkan data yang disampaikan Khofifah, dari 637 titik panas (hotspot) yang tercatat hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 92 titik masih belum padam.

Ketahanan Infrastruktur Air Jadi Perhatian

Rencana pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya mengurangi risiko krisis air ketika jaringan distribusi kembali terganggu. Namun, efektivitas langkah tersebut nantinya bergantung pada ketersediaan debit air, kelayakan lokasi pengeboran, serta sistem pengelolaan dan distribusi kepada warga.

Karena itu, percepatan pembangunan perlu diikuti pemulihan jaringan pipa dan pemantauan kebutuhan masyarakat di desa terdampak. Kepastian pelaksanaan, jadwal penyelesaian, serta keberlanjutan pasokan air akan menjadi faktor penting untuk memastikan warga memperoleh akses air bersih secara memadai.

Pemkab Pasuruan menyatakan penanganan darurat melalui distribusi air bersih tetap berjalan, sementara pembangunan sumur bor disiapkan sebagai langkah jangka panjang menghadapi risiko bencana serupa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.