Pemkab Kediri Dorong Budaya Iklim Pelajar

oleh -14 Dilihat
oleh
Pemkab Kediri Dorong Budaya Iklim Pelajar
DLH menggelar Festival Youth and Culture yang dipusatkan di kawasan ruang terbuka publik Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri memperkuat strategi edukasi lingkungan dengan menyasar pelajar sebagai kelompok utama dalam pembentukan karakter peduli iklim sejak dini. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di tingkat lokal.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Festival Youth and Culture yang dipusatkan di kawasan ruang terbuka publik Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen kampanye lingkungan yang menggabungkan pendekatan pendidikan, budaya, dan partisipasi generasi muda sebagai bentuk investasi jangka panjang mitigasi krisis iklim.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, festival ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang telah digelar sejak pekan sebelumnya. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendekatan berbasis sekolah dipilih karena dinilai paling efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan secara berkelanjutan.

Pelibatan ekosistem pendidikan difokuskan pada sekolah-sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kediri, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam implementasi gerakan peduli lingkungan di satuan pendidikan. Pemerintah menilai sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan perilaku ekologis yang dapat berdampak jangka panjang.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menegaskan bahwa intervensi edukasi lingkungan sengaja diarahkan kepada peserta didik sebagai upaya membangun budaya lingkungan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kediri juga memberikan 44 piagam penghargaan kepada sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran.

Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga pemicu perluasan gerakan serupa di sekolah lain, sehingga terbentuk efek domino dalam penguatan budaya peduli lingkungan di wilayah Kabupaten Kediri.

Pemkab Kediri menegaskan bahwa penguatan kesadaran iklim di kalangan pelajar akan terus menjadi agenda berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diarahkan pada perubahan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.