BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Kebakaran melanda kandang sapi milik warga di Dusun Airlangga, RT 07/RW 05, Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (17/7). Api diduga berasal dari pembakaran kotoran sapi kering yang kemudian merembet ke bangunan kandang dan dapur warga.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kandang serta bagian dapur milik Samsudi terbakar. Seekor sapi betina juga mengalami luka bakar akibat terjebak di dalam kandang. Kerugian material akibat kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta.
Kasat Pol PP dan Damkarmat Bondowoso Slamet Yantoko menjelaskan, api diduga bermula dari pembakaran kotoran sapi dan sampah kering di belakang kandang. Kondisi material yang mudah terbakar serta terpaan angin membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan. Berdasarkan laporan yang dihimpun, proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dari sisi keselamatan lingkungan, kejadian ini kembali menunjukkan risiko pembakaran limbah ternak secara terbuka, terutama ketika dilakukan berdekatan dengan kandang, tumpukan pakan, bangunan rumah, atau material kering lainnya. Bara yang terlihat padam masih berpotensi menyala kembali dan terbawa angin.
Persoalan pengelolaan kotoran sapi juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah Bondowoso. Kajian Universitas Jember mengenai pengelolaan limbah ternak di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, mencatat adanya praktik pembuangan dan pembakaran kotoran sapi yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
Pemerintah daerah sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya ketika kondisi lingkungan kering. Imbauan tersebut penting karena api dari aktivitas pembakaran sederhana dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak diawasi sampai benar-benar padam.
Kasus di Suling Kulon menjadi pengingat bahwa pengelolaan limbah peternakan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga aspek keselamatan. Pembakaran kotoran sapi di sekitar bangunan perlu dilakukan dengan kehati-hatian dan tidak meninggalkan bara yang masih berpotensi memicu kebakaran.
(Red-Garudasatunews)













