Pelatihan Akuaponik PRPP Disorot, Efektifkah Tekan Stunting?

oleh -46 Dilihat
oleh
Pelatihan Akuaponik PRPP Disorot, Efektifkah Tekan Stunting
PRPP saat menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan akuaponik dari Kampoeng Tani Tuban.
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) melalui proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban kembali menggulirkan program pelatihan budidaya akuaponik bagi masyarakat. Program bertajuk “Cantik Di Hati” ini diklaim sebagai bagian dari intervensi perusahaan dalam menekan angka stunting di wilayah sekitar proyek.

Kegiatan yang telah berjalan sejak 2024 tersebut kini menyasar kader Posyandu dan PKK di Desa Mentoso dan Rawasan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Wadung dan Sumurgeneng pada 2025. Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem akuaponik sederhana yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman sebagai sumber pangan mandiri.

Namun demikian, efektivitas program ini dalam menjawab persoalan stunting masih menjadi pertanyaan. Pasalnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut akses layanan kesehatan, sanitasi, serta pola asuh keluarga.

Presiden Direktur PRPP, Reizaldi Gustino, menyatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Salah satu fokus pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan kesehatan,” ujar Reizaldi dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan, program ini selaras dengan agenda prioritas nasional, termasuk penanganan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di berbagai daerah. Intervensi gizi, terutama bagi ibu hamil serta bayi dan balita, disebut menjadi kunci utama.

Di sisi lain, peran Posyandu dalam program ini tidak hanya sebagai pusat edukasi, tetapi juga diarahkan menjadi motor penggerak penyediaan pangan sehat berbasis komunitas. Meski demikian, belum ada data terukur yang dipublikasikan terkait dampak langsung program terhadap penurunan angka stunting di wilayah sasaran.

“Kesehatan sejak usia dini menjadi kunci untuk mencetak SDM unggul,” tambahnya.

Selain pelatihan akuaponik, PRPP juga menyisipkan materi kesehatan mental melalui tim HSSE. Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 59 peserta mengikuti program tersebut.

Program “Cantik Di Hati” disebut sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya poin tanpa kelaparan dan kehidupan sehat. Namun, transparansi capaian program serta pengawasan berkelanjutan dinilai penting agar program tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

Kepala Desa Mentoso, Eko Hariyanto, mengapresiasi langkah perusahaan, namun menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami berharap ada keberlanjutan dan pendampingan, sehingga program ini tidak berhenti di pelatihan saja,” ujarnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.