Kuota Pertalite di Sumenep Dipangkas Hampir Separuh, Sejumlah SPBU Mulai Langka

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Memasuki bulan Juni 2026, pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

Pengurangan kuota ini memicu kelangkaan dini, di mana stok Pertalite habis jauh lebih cepat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

 

​Manager SPBU 54.694.20 Lenteng, Hisbul Maulana, mengonfirmasi adanya pemotongan alokasi Pertalite yang cukup drastis di wilayahnya.

​”Hingga Mei lalu, kami masih menerima pasokan sekitar 280 hingga 300 kiloliter (KL). Namun per Juni ini, kuota kami merosot tajam menjadi hanya 160 KL,” ujar pria yang akrab disapa Alan tersebut, Jumat (12/6/2026).

 

 

​Menurut Alan, kebijakan pengurangan kuota ini ditengarai tidak hanya berdampak pada SPBU Lenteng, melainkan juga berimbas pada sejumlah SPBU lain di seluruh Kabupaten Sumenep. Kendati demikian, pihak manajemen pangkalan belum menerima penjelasan resmi terkait dinamika ekosistem pasokan ini.

 

​”Kami belum mengetahui alasan pasti di balik pengurangan ini, pun belum ada informasi apakah kuota akan kembali normal dalam waktu dekat,” tambahnya.

 

Alan menduga, situasi ini kemungkinan terkait dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah yang belakangan menyelimuti sektor energi global, meski hal tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

​Berdasarkan pantauan langsung di SPBU 54.694.20 Lenteng pada pukul 09.45 WIB, papan petunjuk bertuliskan “Kosong” sudah terpajang di area dispenser Pertalite. Kondisi ini memaksa para pengendara mencari alternatif lain akibat habisnya stok harian.

 

​Di sisi lain, area pengisian Pertamax juga terpantau lengang tanpa aktivitas. Pengawas SPBU Lenteng, Agus Wahyudi, mengklarifikasi bahwa nihilnya layanan Pertamax bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan akibat faktor keselamatan cuaca ekstrem.

 

 

​”Ketika terjadi hujan lebat yang disertai petir, operasional SPBU dan seluruh jaringan sistem otomatis kami hentikan sementara demi alasan keamanan (safety),” terang Agus.

​Langkah preventif ini diambil manajemen untuk memitigasi risiko gangguan sistem digitalisasi serta menjaga keselamatan konsumen maupun operator di area rawan induksi listrik saat cuaca buruk.(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.