Pedagang Jember Tawarkan Nasgor Gratis ke DPRD

oleh -42 Dilihat
oleh
Pedagang Jember Tawarkan Nasgor Gratis ke DPRD
Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima mendatangi gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Mereka menyoroti rencana renovasi alun-alun menjadi taman di Kecamatan Puger.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Kekhawatiran kehilangan tempat berjualan membuat sejumlah pedagang di Kabupaten Jember menyampaikan aspirasi kepada DPRD Jember. Salah satu bentuk penyampaian aspirasi tersebut dilakukan dengan menawarkan nasi goreng gratis kepada anggota dewan sebagai simbol agar persoalan pedagang mendapat perhatian dan tidak berujung pada penggusuran.

Persoalan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Jember belakangan menjadi perhatian seiring adanya sejumlah rencana penataan kawasan. Pedagang berharap setiap kebijakan penataan tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan.

Aspirasi serupa juga muncul dalam pembahasan penataan kawasan pedagang di Jember. DPRD Jember sebelumnya menyampaikan bahwa apabila pedagang harus dipindahkan, pemerintah perlu menyiapkan lokasi alternatif yang tetap memungkinkan mereka menjalankan aktivitas ekonomi.

Dalam persoalan penataan PKL, keberadaan lokasi pengganti menjadi salah satu aspek penting. Pemindahan tanpa mempertimbangkan akses pembeli dan aktivitas ekonomi berpotensi memengaruhi pendapatan pedagang. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, DPRD, dan pedagang menjadi bagian penting sebelum kebijakan penataan diterapkan.

Kekhawatiran tersebut juga terlihat dalam rencana revitalisasi Alun-Alun Puger. Perwakilan pedagang meminta agar penataan kawasan tidak menghilangkan ruang usaha PKL. DPRD Jember menyatakan akan mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas rencana tersebut.

Dari sisi kebijakan publik, persoalan utama bukan sekadar mempertahankan keberadaan lapak, tetapi bagaimana penataan ruang dapat berjalan tanpa menghilangkan sumber penghasilan masyarakat. Pemerintah daerah perlu memastikan proses penataan disertai komunikasi, kepastian lokasi, serta mekanisme yang jelas bagi pedagang terdampak.

Sementara itu, DPRD Jember juga memiliki ruang untuk menjalankan fungsi pengawasan dan menyerap aspirasi masyarakat. Dalam sejumlah persoalan pedagang sebelumnya, DPRD menegaskan pentingnya dialog agar kebijakan penataan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Tawaran nasi goreng gratis kepada anggota DPRD tersebut pada akhirnya menjadi cara simbolik pedagang menyampaikan kegelisahan mereka. Di balik aksi sederhana itu terdapat persoalan yang lebih besar, yakni harapan agar penataan kawasan tetap memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk mencari nafkah secara layak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.