PDIP Jatim Wanti-wanti Politik Uang 2029

oleh -34 Dilihat
oleh
PDIP Jatim Wanti-wanti Politik Uang 2029
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono memprediksi pertarungan pada Pemilu 2029 akan berlangsung lebih keras dibandingkan pemilu sebelumnya.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, memprediksi Pemilu 2029 akan berlangsung lebih keras dan rawan praktik politik uang dibanding pemilu sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan 31 pengurus anak cabang PDI Perjuangan di Ballroom Hotel Cempaka Hill, Kabupaten Jember, Minggu (24/5/2026).

Deni menilai praktik serangan fajar dan distribusi uang kepada pemilih berpotensi semakin masif. Ia menyebut pola politik transaksional menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi karena masyarakat dinilai cenderung memilih kandidat berdasarkan kekuatan modal, bukan integritas maupun kapasitas calon.

“Saya yakin pertarungannya akan jauh lebih brutal. Kalau sebelumnya satu pemilih mendapat dua hingga empat amplop, ke depan bisa meningkat menjadi lima sampai tujuh amplop,” ujar Deni di hadapan kader partai.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari kegagalan partai politik dalam menjalankan pendidikan politik kepada masyarakat secara berkelanjutan. Ia menegaskan budaya politik uang yang terus berulang menjadi indikator lemahnya kesadaran politik publik.

“Kita harus mengakui partai politik gagal melakukan pendidikan politik. Ketika semuanya bisa diselesaikan dengan uang, maka demokrasi berada dalam ancaman,” katanya.

Deni meminta seluruh kader dan pengurus PDIP mulai menyusun strategi menghadapi potensi eskalasi money politics pada Pemilu 2029. Ia menilai kerja-kerja politik tidak boleh hanya berhenti pada pengumpulan data untuk kepentingan distribusi uang kepada pemilih.

“Apa gunanya membangun struktur partai, melakukan pengorganisasian massa, turun ke masyarakat dan membangun kedekatan dengan rakyat, kalau ujungnya hanya pendataan untuk praktik money politics,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta pengurus partai di tingkat cabang hingga ranting memperkuat basis data pemilih sebagai bagian dari strategi politik jangka panjang. Menurutnya, pemetaan pemilih yang akurat akan menjadi faktor penting menghadapi persaingan politik yang diprediksi semakin keras.

“Kalau tidak memiliki pemetaan lapangan dan data pemilih yang kuat, maka pada 2029 akan sulit karena hampir semua partai diperkirakan melakukan pola yang sama,” ujarnya.

Deni juga mendorong internal partai melakukan evaluasi serius terkait budaya politik biaya tinggi dalam kontestasi legislatif. Ia mempertanyakan apakah calon legislatif harus selalu mengandalkan kekuatan finansial untuk bisa memenangkan pemilu.

“Itu harus menjadi bahan diskusi bersama. Apakah caleg harus punya uang paling banyak untuk terpilih? Ini yang harus menjadi perenungan,” katanya.

Dalam arahannya, Deni mengingatkan seluruh kader PDIP untuk terus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui kerja politik jangka panjang sebagaimana arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ia menegaskan, kekuatan partai ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada gagasan politik, tetapi juga konsistensi gerakan di tengah masyarakat untuk menjaga loyalitas pemilih tanpa mengandalkan politik uang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.