PAMEKASAN, Garudasatuunews.id – PDI Perjuangan mulai menggeser arah strategi politiknya dengan membidik segmen milenial dan Generasi Z sebagai basis utama perolehan suara. Langkah ini dinilai bukan sekadar adaptasi, melainkan upaya serius menghadapi dominasi pemilih muda yang kian menentukan arah kontestasi politik, khususnya menjelang Pemilu mendatang di Kabupaten Pamekasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, dalam agenda Pelantikan Serentak Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Pamekasan periode 2026–2031 di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Sabtu (9/5/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa restrukturisasi internal partai sengaja diarahkan untuk mengakomodasi dominasi generasi muda.
Daniel mengungkapkan, komposisi kepengurusan saat ini telah dirancang dengan target minimal 20 persen dari kalangan milenial dan 30 persen keterwakilan perempuan. Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan elektoral partai.
Lebih jauh, ia menilai keterlibatan generasi muda dalam struktur partai menjadi kunci untuk membangun legitimasi politik di mata pemilih baru. PDI Perjuangan, kata dia, berupaya menghapus stigma sebagai partai yang didominasi generasi lama dengan membuka ruang representasi yang lebih luas bagi anak muda.
Namun demikian, langkah tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pelibatan generasi milenial dan Gen Z benar-benar bersifat substantif, bukan sekadar simbolik. Pasalnya, tantangan utama bukan hanya pada representasi angka, tetapi pada sejauh mana aspirasi generasi muda diakomodasi dalam kebijakan dan program nyata partai.
Dalam konteks ini, Daniel mengakui bahwa karakter pemilih muda saat ini jauh lebih kritis dan selektif dalam menentukan pilihan politik. Mereka cenderung menaruh perhatian besar pada isu-isu konkret seperti lapangan kerja, pendidikan, digitalisasi, serta peluang ekonomi kreatif.
Untuk merespons hal tersebut, PDI Perjuangan mengklaim mulai mengubah pola pendekatan politik dengan mengedepankan strategi komunikasi berbasis digital, termasuk optimalisasi media sosial serta pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan produktif seperti diskusi publik dan program pemberdayaan ekonomi.
Di sisi lain, partai juga memasang target elektoral pada Pemilihan Legislatif 2029 dengan proyeksi minimal dua kursi di DPRD Pamekasan. Target tersebut dinilai realistis, meskipun sebelumnya partai pernah menguasai hingga lima kursi di lembaga legislatif daerah tersebut.
Untuk mencapai target tersebut, penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah menjadi fokus utama. Setelah pembentukan PAC, agenda berikutnya adalah memperluas jaringan hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di seluruh desa dan wilayah RW.
Langkah ini mengindikasikan bahwa strategi pembidikan pemilih muda tidak berdiri sendiri, melainkan diiringi konsolidasi struktural sebagai upaya memperkuat basis dukungan secara sistematis di tingkat akar rumput.
(Red-Garudasatuunews)
















