
PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Tingginya kebutuhan transfusi darah di wilayah Pamekasan memicu lonjakan aktivitas penghimpunan dan penyaluran darah sepanjang Agustus 2026. Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Pamekasan mencatat total pengeluaran mencapai 1.367 kantong darah untuk pemenuhan kebutuhan medis pasien umum hingga pasokan ke sejumlah rumah sakit.
Kepala UDD PMI Pamekasan, dr. Achmad Syafirullah, mengungkapkan bahwa sepanjang Agustus 2026 pihaknya berhasil mengumpulkan 1.113 kantong darah melalui berbagai jalur kegiatan donor.
“Rincian perolehan mencakup 753 kantong dari layanan mobil unit, 210 kantong melalui kegiatan droping, dan 150 kantong dari aksi donor darah langsung di kantor UDD,” terang dr. Syafi, Selasa (1/9/2026).
Golongan Darah O Dominasi Stok dan Pengeluaran
Berdasarkan data evaluasi, komposisi perolehan darah berdasarkan golongan meliputi :
Golongan O: 478 kantong (terbanyak)
Golongan B: 347 kantong
Golongan A: 215 kantong
Golongan AB: 73 kantong (tersedikit)
Dari total pengumpulan tersebut, dr. Syafi menjelaskan terdapat 1.083 kantong darah yang dinyatakan lolos verifikasi (direlease). Sementara itu, 30 kantong tidak dapat ditransfusikan akibat kendala teknis dan medis, yakni 13 kantong berstatus reaktif, 9 kantong kategori greyzone, serta 8 kantong rusak atau gagal.
Selain memenuhi kebutuhan darah utuh dan sel darah merah, UDD PMI Pamekasan juga menyalurkan 410 kantong darah untuk kebutuhan Transfusi Komponen (Thrombocyte Concentrate/TC dan Fresh Frozen Plasma/FFP).
Distribusi komponen darah tersebut menyasar beberapa fasilitas kesehatan utama :
RS Mohammad Noer: 252 kantong
RSUD dr. Slamet Martodirdjo (Smart): 120 kantong
Pasien Umum: 34 kantong
RS Waru: 5 kantong
“Secara keseluruhan, pengeluaran 1.367 kantong darah selama Agustus terdiri atas 947 kantong Packed Red Cell (PRC), 410 kantong TC dan FFP, serta 10 kantong Whole Blood (WB),” ujar dr. Syafi.
Sisa Stok Menjelang September 2026
Berkat sisa persediaan bulan Juli sebanyak 153 kantong yang ditambah perolehan darah sehat selama Agustus, total ketersediaan stok sempat menyentuh angka 1.236 kantong. Setelah dikurangi pengeluaran PRC dan WB sebanyak 957 kantong, sisa cadangan darah di UDD PMI Pamekasan pada akhir Agustus 2026 tercatat sebanyak 279 kantong.
“Data ini memperlihatkan tingginya dinamika perolehan dan distribusi darah di Pamekasan. Dengan angka pengeluaran yang menembus lebih dari seribu kantong per bulan, kami terus berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan demi kelancaran pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkas dr. Syafi. (Red-Garudasatunews)














