Pasar Murah Jatim Intervensi Harga Pangan

oleh -37 Dilihat
oleh
Pasar Murah Jatim Intervensi Harga Pangan
Pasar Murah Jatim Intervensi Harga Pangan
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah. Upaya tersebut kembali dilakukan di Kabupaten Ngawi dengan menggelar Pasar Murah di Halaman Cagar Budaya Kepatihan Ngawi, Jalan Pati Unus, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu merupakan pelaksanaan pasar murah ke-73 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang tahun 2026. Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar sebagai bagian dari strategi stabilisasi harga pangan.

Khofifah menegaskan pasar murah menjadi salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas.

Menurutnya, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran. Gula pasir dipasarkan seharga Rp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp55.000 per kemasan.

“Pasar murah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Selain menjaga stabilitas harga, program tersebut juga bertujuan memperpendek akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sehingga warga dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas disubsidi oleh pemerintah. Selain gula, minyak goreng, dan beras SPHP, masyarakat juga dapat membeli paket cabai merah dan cabai rawit seharga Rp5.000. Sementara daging ayam yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp34.000 per kilogram dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram.

Khofifah menilai pasar murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Intervensi serupa juga dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota di berbagai wilayah Jawa Timur guna menjaga keseimbangan harga dan pasokan pangan.

“Pengendalian inflasi dilakukan melalui berbagai langkah, salah satunya pasar murah yang menjadi instrumen stabilisasi harga di daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemerintah daerah agar distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Meski sejumlah komoditas menunjukkan tren harga yang relatif stabil, Pemprov Jawa Timur memastikan program pasar murah akan terus dilaksanakan. Pemerintah menilai potensi gejolak harga pangan masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga seperti cabai.

Selain itu, Khofifah memastikan pasokan pangan strategis, termasuk daging ayam, masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Terkait rencana perubahan Harga Eceran Tertinggi minyak goreng, ia menyebut pembahasannya masih dilakukan bersama instansi terkait.

Program pasar murah yang digelar secara berkelanjutan diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga pangan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan laju inflasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.