KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mengembangkan Pasar Induk Pare melalui pembangunan los tambahan dan pelebaran akses jalan di sisi barat pasar. Proyek strategis daerah tahun 2026 tersebut mencatat progres pengerjaan sebesar 67,386 persen hingga minggu ke-15. Pengembangan ini ditargetkan mampu menampung sekitar 20 pedagang besar sekaligus mengurai kepadatan aktivitas perdagangan dan bongkar muat barang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa perluasan pasar dilakukan untuk menjawab persoalan kelebihan kapasitas pedagang dan komoditas yang selama ini terjadi di kawasan Pasar Induk Pare.
Menurutnya, peningkatan aktivitas perdagangan, terutama ketika musim panen dan pasokan komoditas melimpah, menyebabkan sejumlah barang dagangan seperti cabai, jagung, terong, dan kacang-kacangan memenuhi area pinggir jalan.
Kondisi tersebut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas, kenyamanan pengunjung, hingga aktivitas bongkar muat kendaraan pengangkut barang.
Pemkab Kediri kemudian mengambil kebijakan penambahan satu los baru untuk menampung pedagang besar yang selama ini belum mendapatkan tempat berjualan secara memadai.
“Kalau jumlah pedagang belum bisa mencakup semuanya, memang. Tapi insyaallah 20 pedagang bisa terkondisikan,” ujar Tutik.
Los tambahan tersebut dirancang untuk pedagang berskala besar yang membutuhkan ruang lebih luas, termasuk untuk aktivitas pengemasan atau packing sebelum komoditas dikirim ke berbagai daerah, bahkan hingga luar pulau.
Penataan Pedagang Tidak Menggunakan Sistem Undian
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan penataan ulang pedagang berdasarkan jenis komoditas yang diperjualbelikan.
Menariknya, mekanisme penempatan pedagang di los baru tidak dilakukan melalui sistem undian. Disdagperin akan melibatkan paguyuban pedagang yang telah terbentuk untuk membantu menentukan pengelompokan lokasi berdasarkan keseragaman komoditas.
Langkah tersebut diharapkan mempermudah pembeli, khususnya pedagang dari luar daerah, dalam mencari komoditas yang dibutuhkan sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib.
Pengelompokan komoditas juga menjadi upaya mencegah pedagang musiman meluber hingga badan jalan ketika terjadi peningkatan pasokan hasil pertanian.
Akses Barat Diperlebar untuk Kendaraan Besar
Pembenahan Pasar Induk Pare tidak hanya menyasar penambahan kapasitas perdagangan. Pemkab Kediri juga membangun dan memperlebar akses jalan di sisi barat pasar dengan lebar sekitar 8 hingga 9 meter.
Jalur tersebut dipersiapkan untuk mendukung mobilitas kendaraan berukuran besar, termasuk truk pengangkut komoditas yang membutuhkan ruang lebih luas untuk masuk dan melakukan manuver.
Selama ini, aktivitas kendaraan dan bongkar muat lebih banyak terkonsentrasi di bagian tengah dan timur pasar. Dengan berfungsinya akses barat, distribusi kendaraan diharapkan terbagi sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu titik.
Pemerintah daerah berharap infrastruktur tersebut dapat meningkatkan kelancaran distribusi barang sekaligus mengurangi potensi kemacetan di kawasan pasar.
Progres 67,386 Persen, Kontraktor Diminta Percepat Pekerjaan
Meski progres pembangunan telah mencapai 67,386 persen, sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan. Di antaranya pemasangan atap berbahan spandek, pengecoran lantai, serta pemasangan paving.
Tutik mengungkapkan, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan di wilayah Pare menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Disdagperin meminta kontraktor melakukan pengendalian dan percepatan pekerjaan dengan memperhatikan metode pelaksanaan konstruksi agar tidak menghambat penyelesaian proyek.
Menurutnya, meskipun perkembangan pembangunan masih sesuai jadwal, pengawasan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat perubahan kondisi cuaca maupun kendala teknis di lapangan.
Pemkab Kediri menetapkan batas akhir penyelesaian proyek pada 26 November 2026 sesuai kontrak pekerjaan.
Tutik juga menegaskan bahwa setiap usulan perubahan atau tambahan pekerjaan akan dikaji secara hati-hati agar tidak mengganggu target penyelesaian yang telah ditentukan.
Efektivitas Proyek Menjadi Pekerjaan Berikutnya
Perluasan Pasar Induk Pare diharapkan tidak sekadar menghasilkan tambahan bangunan dan akses jalan, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan mendasar terkait kepadatan perdagangan.
Dengan kapasitas los baru yang diperkirakan menampung sekitar 20 pedagang, efektivitas penataan menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah perlu memastikan pedagang yang selama ini beraktivitas di pinggir jalan benar-benar mendapatkan penempatan yang sesuai.
Selain itu, optimalisasi akses barat juga menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan, terutama dalam mengurangi penumpukan kendaraan dan memperlancar aktivitas bongkar muat.
Keberhasilan proyek nantinya tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik pada 26 November 2026, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas baru tersebut mampu menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan lancar bagi pedagang maupun masyarakat.
(Red-Garudasatunews)














