Panic Buying Picu Antrean BBM di Lumajang

oleh -163 Dilihat
oleh
Panic Buying Picu Antrean BBM di Lumajang
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai mengalami antrian panjang, Jumat (Jumat (6/3/2026) sore.
banner 468x60

LUMAJANG Garudasatunews.id – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat sore (6/3/2026). Lonjakan antrean diduga dipicu kepanikan masyarakat menyusul isu terganggunya pasokan minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di beberapa SPBU. Salah satu titik kepadatan terlihat di SPBU Bagu, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang. Kendaraan memadati area pengisian untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax hingga antrean meluber keluar area SPBU.

Sejumlah pengendara mengaku waktu tunggu pengisian BBM jauh lebih lama dibanding hari normal. Kondisi ini disebut mulai terasa sejak muncul kabar mengenai potensi gangguan jalur perdagangan minyak global.

Irfan, salah satu pengendara yang ikut mengantre, mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar. Menurutnya, situasi antrean kali ini berbeda dari biasanya.

“Biasanya isi bensin dua hari sekali, antre paling lima menit sudah selesai. Sekarang bisa sampai sekitar 20 menit,” ujar Irfan, Jumat (6/3/2026).

Ia menduga lonjakan antrean terjadi karena kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Informasi yang beredar mengenai potensi penutupan jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel turut memicu keresahan.

“Sepertinya orang-orang panik karena kabar perang di Timur Tengah yang katanya bisa menutup jalur perdagangan minyak,” katanya.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan pasokan BBM di wilayahnya masih dalam kondisi aman. Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi distribusi di lapangan.

“Stok BBM sudah saya cek tadi sore, di Lumajang masih aman. Distribusi berjalan lancar dan pemerintah pusat juga tidak menyampaikan ada hambatan pengiriman,” kata Indah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan dan memperparah antrean di SPBU.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan pasokan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi terkendali. Antrean yang terjadi dinilai lebih disebabkan oleh fenomena panic buying di tengah isu geopolitik global.

Area Manager Communication, Relation, dan CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan distribusi BBM ke seluruh lembaga penyalur sejauh ini tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.

“Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, kami memastikan pasokan dan distribusi BBM bagi masyarakat tetap aman dan terkendali,” ujar Ahad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).

Pertamina juga menyebut ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus berada pada level aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri. Penguatan pasokan dilakukan melalui strategi build up stock yang telah disiapkan sejak sebelum Ramadan.

Selain itu, perusahaan energi milik negara tersebut menerapkan skema pengelolaan rantai pasok melalui metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan energi selama periode mudik Lebaran, Pertamina juga dijadwalkan menggelar Kick Off Kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret mendatang guna memastikan layanan BBM tetap berjalan optimal bagi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.