Panic Buying BBM Bondowoso, Probolinggo Tetap Tenang

oleh -263 Dilihat
oleh
Panic Buying BBM Bondowoso, Probolinggo Tetap Tenang
Antrean pengendara di SPBU Kota Kulon Bondowoso, Minggu (8/3/2026).
banner 468x60

BONDOWOSO Garudasatunews.id – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kepanikan warga di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, fenomena panic buying terjadi pada Minggu (8/3/2026), sementara situasi di wilayah tetangga, Kabupaten Probolinggo, justru terpantau normal tanpa antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepanikan warga dipicu oleh kabar yang beredar di masyarakat mengenai keterbatasan cadangan BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. Informasi tersebut berkembang cepat di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel-AS dan Iran yang dikabarkan berdampak pada potensi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Di Bondowoso, dampak isu tersebut langsung terasa sejak pagi hari. Sejumlah SPBU dipadati kendaraan roda dua dan roda empat yang mengantre untuk mendapatkan BBM.

Salah satu titik antrean terparah terjadi di SPBU Kota Kulon. Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga puluhan meter keluar dari area SPBU, menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Seorang pengendara bernama Rudi yang melintas di lokasi merekam situasi tersebut dan menyebut antrean di SPBU Kota Kulon terjadi sejak pagi.

“Kalau pom Kota Kulon positif antre. Itu memang penuh,” ujar Rudi dalam rekaman yang disampaikan menggunakan bahasa Madura.

Dalam rekaman tersebut, Rudi juga melontarkan sindiran terkait penyebab kepanikan masyarakat dengan menyebut nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Efek perang? bukan. Efek Bahlul… eh siapa? Bahlil,” ucapnya dalam rekaman tersebut.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Tamansari, Bondowoso. Warga tampak rela mengantre cukup lama untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka karena khawatir stok BBM akan habis dalam waktu dekat.

Namun situasi berbeda justru terlihat di wilayah tetangga. Setelah melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Probolinggo, Rudi mendapati kondisi yang jauh lebih tenang di SPBU Paiton.

Tidak terlihat antrean panjang kendaraan maupun kepanikan warga dalam membeli BBM. Aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung seperti hari biasa.

“Probolinggo pagi ini, pom Paiton tidak ada panic buying. Aman, santai semua orang-orang,” kata Rudi dalam rekaman lanjutan.

Perbedaan situasi antara dua wilayah yang berdekatan ini menunjukkan bahwa dampak isu kelangkaan BBM tidak merata di setiap daerah. Warga di Probolinggo tampak tidak terpengaruh secara signifikan oleh informasi yang beredar di masyarakat.

Fenomena lain yang muncul dari kepanikan di Bondowoso adalah perpindahan warga ke wilayah lain untuk mencari BBM.

Rudi menyebut sejumlah kendaraan berpelat nomor Bondowoso terlihat mengisi BBM di SPBU Banyuglugur yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Situbondo.

“Di pom Banyuglugur banyak mobil Bondowoso,” ujarnya.

Fenomena ini mengindikasikan sebagian warga Bondowoso memilih mencari pasokan BBM di luar daerah akibat kekhawatiran akan keterbatasan stok di wilayah mereka sendiri.

Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan respons masyarakat terhadap isu kelangkaan energi, di mana sebagian wilayah mengalami kepanikan sementara wilayah lain tetap menjalankan aktivitas pembelian BBM secara normal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.