
SUMENEP, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, tengah mengkaji rencana pemberian subsidi transportasi ke wilayah kepulauan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan tingginya harga berbagai komoditas bahan pokok di kawasan tersebut.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Bagian Perekonomian untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mematangkan rencana ini. Agenda tersebut nantinya melibatkan para pelaku usaha kepulauan serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi setempat.
”Kami ingin kebijakan ini didasari oleh kajian ilmiah yang matang, sehingga dampaknya bersifat sistemik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Achmad Fauzi, Rabu (17/06/2026).
Selama ini, disparitas harga antara wilayah daratan dan kepulauan di Sumenep terbilang cukup tinggi akibat kendala biaya logistik. Sebagai gambaran, komoditas energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan melonjak hingga Rp15.000 – Rp20.000 per liter. Setali tiga uang, harga elpiji tabung 3 kg juga melambung di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000.
”Tingginya harga di sana dipicu oleh faktor transportasi. Oleh karena itu, subsidi ini diharapkan menjadi solusi konkret. Bahkan, kami juga mengkaji kemungkinan penyediaan transportasi khusus logistik untuk menjamin kebutuhan pokok warga kepulauan,” tambah Bupati.
Secara terpisah, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, membenarkan instruksi tersebut. Dadang menegaskan bahwa fokus utama bupati tidak sekadar menurunkan harga agar lebih terjangkau, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan.
”Target utama kami adalah memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di kepulauan tetap aman dan terjaga setiap saat,” pungkas Dadang.(red)

















