TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan pencarian ratusan penumpang, tetapi juga menyebabkan kerugian materiil bagi sejumlah pihak. Salah satunya menimpa Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang mengaku kehilangan paket konveksi senilai sekitar Rp105 juta yang ikut diangkut dalam kapal tersebut.
Paket konveksi tersebut diketahui terdiri dari tujuh karung pakaian yang dikirim menuju Sulawesi melalui jasa ekspedisi. Menurut Ahmad Baharudin, setiap karung memiliki nilai sekitar Rp15 juta sehingga total nilai barang yang hilang mencapai Rp105 juta. Barang tersebut berada dalam truk ekspedisi yang turut menjadi muatan KM Virgo Transport 8 sebelum kapal mengalami kecelakaan di tengah pelayaran.
“Pengiriman barang saya ke Sulawesi ikut tenggelam. Barang konveksi. Nilainya kalau satu karung sekitar Rp15 juta dan jumlahnya tujuh karung,” ujar Ahmad Baharudin.
Meski mengalami kerugian materiil, Ahmad memastikan fokus utamanya saat ini tetap pada perkembangan proses pencarian korban. Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih menunggu informasi resmi terkait sejumlah penumpang asal Tulungagung yang tercatat berada dalam manifes kapal tersebut. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas tragedi yang terjadi dan berharap seluruh proses evakuasi berjalan maksimal.
Dari informasi sementara, sopir truk ekspedisi yang membawa paket konveksi tersebut dilaporkan selamat setelah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Namun truk beserta seluruh muatannya tidak dapat diselamatkan dan tenggelam bersama kapal.
Selain kerugian yang dialami pemilik barang, insiden ini juga memunculkan perhatian terhadap aspek keamanan pelayaran dan perlindungan muatan dalam transportasi laut. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap korban maupun kerugian material yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut. Status perlindungan asuransi terhadap barang yang hilang juga masih dalam proses penelusuran.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan untuk menemukan korban yang belum berhasil dievakuasi. Data sementara menunjukkan sebagian penumpang telah ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya masih dalam pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran, pengawasan kelaikan armada, serta kepastian perlindungan bagi penumpang maupun pemilik barang yang menggunakan jalur transportasi laut. Di tengah upaya pencarian korban yang masih berlangsung, berbagai pihak berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil dan seluruh hak korban maupun pemilik muatan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
(Red-Garudasatunews)













